span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Fathia Izzati: Kittendust 2.0
Oleh : Nanda Aulia Rachman
10 April 2018

Highlight

Karena Youtube sebagai mediaku untuk dikenal dunia. Cuma iseng dan semacam hobi aja upload video di Youtube. Ini hobi dan baru-baru ini sadar kalau ini bisa jadi profesional.


Seorang social media influencer yang dikenal lewat video-videonya di Youtube
Sumber: cloudfront.net

Ia memanfaatkan YouTube sebagai sarana dalam mengaktualisasikan dirinya. Di luar dugaan, video-video yang diunggahnya mendapat respon positif dari masyarakat. Saat ini, ia pun dikenal sebagai salah satu socmed influencer asal Indonesia yang paling terkemuka. Simak kisah inspiratif Fathia Izzati bersama Kinibisa!



"It is fun that people are so interested with my life. So that’s what that keeps me going."

Penggiat di Media Sosial


Fathia Izzati
Channel YouTube milik Fathia Izzati awalnya berisi video-videonya memainkan musik.
Sumber: klimg.com

Fathia Izzati lahir di Jakarta, 26 September 1994. Ia merupakan seorang social media influencer dan Youtuber yang sedang naik daun akhir-akhir ini. Fathia yang kerap dipanggil Chia mulai aktif di situs berbagi video milik Google tersebut pada tahun 2011.

Dirinya mulai terkenal sejak dirinya mengunggah video “21 Accents”. Di video itu, ia menirukan logat-logat penduduk dunia saat berbicara Bahasa Inggris. Hingga awal tahun 2017, video tersebut telah ditonton hampir 6 juta orang sejak pertama kali dirilis pada tahun 2013.

"Iya itu (viewers video) yang paling banyak. Jadi ada salah satu Youtubers yang udah melakukannya. Akhirnya aku mencoba dengan cara yang beda. Aku lihat gimana sih kalau orang India ngomong bahasa Inggris. Akhirnya aku buat. Banyak lah logat yang beda ketika orang ngomong bahasa Inggris. Aku sih puas liatnya," pungkas Fathia kepada tim KapanLagi.com (10/02/2016).

Sejak saat itu, ia semakin aktif memproduksi konten-konten kreatif untuk channel YouTube-nya. Bahkan, tak jarang Fathia berkolaborasi dengan Youtuber-Youtuber lainnya. Selain merekam kegiatan sehari-harinya lewat media audio visual, Fathia juga seringkali melakukan kover lagu-lagu kesukaannya dengan ukulele.

Lagu Moon Song milik Karen O merupakan salah satu kover video musiknya yang banyak ditonton oleh netizen. Walaupun begitu, ia tetap mengakui video covernya masih kalah popular dibandingkan vlog­nya karena selera musiknya yang kurang populer saat ini. Fathia menyebut selera musiknya ‘not your top 40 radio songs’.

"Karena Youtube sebagai mediaku untuk dikenal dunia. Cuma iseng dan semacam hobi aja upload video di Youtube. Ini hobi dan baru-baru ini sadar kalau ini bisa jadi profesional.” Ujarnya kepada KapanLagi.com (10/02/2016).

Walaupun sudah sering bermain dengan kamera dan video, Fathia mengakui masih malu-malu jika harus beraksi di depan kamera. “Soalnya kan biasanya aku merekam cuma ada aku doang, gak banyak orang kaya gini," ujarnya sambil tertawa kepada KapanLagi.com (10/02/2016)

Habiskan Separuh Hidupnya di Negeri Orang


Fathia
Fathia banyak menghabiskan hidupnya di luar negeri
Sumber: jadiberita.com

Dara berbadan mungil ini memiliki satu ciri khas yang selalu tercermin dalam tiap videonya. Penggunaan Bahasa inggris yang fasih dan logat luarnya yang kental menjadi pembeda dirinya dibandingkan Youtuber lainnya. Ia mengakui bahwa kebiasaan ini datang karena ia banyak menghasilkan banyak waktu di luar negeri mengikuti ayahnya yang berprofesi sebagai diplomat.

"Aku lahir di Jakarta sebenarnya. Tapi dari kecil aku tinggal di luar (Negeri) jadi lebih mudah kalau aku pakai bahasa Inggris,” jelas Fathia dilansir dari KapanLagi.com (10/02/2016). Fathia mengaku pernah tinggal di Afrika Selatan, Kanada dan Amerika Serikat sebelum ia memasuki dunia perkuliahan di tahun 2012.

Fathia mengakui bahwa dirinya mulai serius mengunggah video kesehariannya di Youtube karena melihat reaksi netizen yang positif. “It is fun that people are so interested with my life. So that’s what that keeps me going,” jawab Fathia pada saat diwawancara di Indonesia Morning Show (05/08/2016).

baca juga: Tips Agar Blog Kamu Dilihat Banyak Orang

Menurut Chia, vlog-vlog yang ia buat dapat disukai oleh karena khalayak karena isinya yang singkat, padat, menarik dan natural. Faktor teknis seperti editing video yang baik dan penggunaan kamera dan lighting menjadi salah satu penyokong juga, walaupun tidak mutlak.

“Justru kadang-kadang tuh lighting dan everything gak seberpengaruh daripada ngeliat orang showing their attitude. Tapi kalo mau bikin professional, the lighting, everything penting juga,” jelas Fathia kepada Indonesia Morning Show (05/08/2016)

Berbagai hal dan kesempatan akan hal baru terbuka bagi dara berusia 23 tahun ini sejak menjadi salah satu social media influencer. “The impact secara langsung, I got job. Trennya kan sekarang, Youtube working with brands. Jadi kita bikin soft selling di akun Youtube kita,” jelas Chia kepada Indonesia Morning Show (05/08/2016)

Merintis Musik di Reality Club


Fathia
Chia bersama keempat anggota band Reality Club lainnya
Sumber: fasyaulia.wordpress.com

Sembari berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dan memproduksi video blog, Fathia juga mempunyai aspirasi yang besar di bidang musik. Fathia merupakan vokalis dari band indie, Reality Club. Keterlibatan gadis asal Jakarta ini berkat ajakan dari salah satu seniornya Fayo, personil Protocol Afro, dan Era Patigo. Masuknya Fathia membawa personil dan angin baru di dalam diri Nugi Wicaksono, Iqbal Anggakusumah, dan Faiz Novascotia.

Band yang mulai aktif pada tahun 2014 ini mulai membangun namanya di jagad musik indie ibukota. Vokal unik Fathia dan komposisi musik bertempo sedang cenderung cepat berpadu secara lembut namun tetap bisa mempertahankan semangat rock alternative di tiap lirik dan ketukan nadanya.

Ga ada ketakutan sendiri dengan lagu sendiri karena emang lagu-lagu yang aku cover not really top 40 songs gitu. My subscribers memang sudah ngerti lah. Kaya emang the songs I choose dari “The Cure” dan “The Strokes”, I think they are fine with it,” jelas Fathia soal singel pertama Reality Club, Is It The Answer saat sesi studio dengan Klik Klip (24/06/2016).

baca juga: Cara yang Wajib Dilakukan Sebelum Menjadi Blogger

Ia juga mengakui bahwa menulis lagu merupakan sebuah tantangan baginya. “Lama lama nge-cover orang tuh capek . Jadi pengen bikin lagu sendiri,” kata Fathia sambil tertawa malu kepada KlikKlip (24/06/2016). Walaupun begitu, pemilik akun twitter @ketendangs ini akan tetap melakukan cover-cover berbagai lagu. “Minimal sebulan sekali lah,” pungkas Fathia sembari tersenyum saat sesi studio KlikKlip (24/06/2016)

Is It The Answer sendiri bercerita tentang seorang lelaki yang menceritakan hubungan romantisnya dengan seorang perempuan kepada ibunya. Sampai saat ini, Reality Club telah mempunyai 4 lagu yang masing-masing berjudul;

  • Is It The Answer (2016)
  • Things I Don’t Know (2016)
  • Fatal Attraction (2016)
  • Okay (2017)

Reality Club berharap bahwa album EP pertama mereka akan segera dirilis minimal pada tahun 2017.

Sekarang ini, Fathia sedang fokus mengerjakan skripsinya sebagai syarat kelulusan dirinya sebagai seorang sarjana hukum. Membagi waktu antara hobi dan kewajiban memang sulit akan tetapi Chia, si gadis mungil penyuka kucing ini, tetap bersikeras, memaksa dirinya, untuk menyelesaikan dilemma ini . Menyelesaikan apa yang telah ia mulai.

Fathia Izzati telah membuktikan bahwa media internet, khususnya YouTube bukan lagi sekadar tempat menyalurkan hobi, melainkan juga dapat menjadi tempat memperoleh uang. Lewat kisah di atas, kita agaknya dapat terinspirasi untuk menjadikan hobi kita sebagai salah satu cara memperoleh penghasilan. Simak kisah tokoh-tokoh inspiratif lainnya bersama Kinibisa!