span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Mellissa Grace: Hidup Seimbang antara Karier dan Pendidikan
Oleh : Halimah Nusyirwan
21 November 2018

Highlight

Jadi cita-citanya dari kecil itu bukan pinter supaya kaya, tapi pinter supaya bisa mengatasi situasi hidup apapun itu dengan menggunakan kepandaian aku.

https://www.kinibisa.com/inspirasi/detail/aktor-aktris/mellissa-grace-hidup-seimbang-antara-karier-dan-pendidikanSosok Mellissa Grace yang dikenal lewat aktiingnya di Lenong Bocah.
Sosok Mellissa Grace yang dikenal lewat aktingnya di Lenong Bocah.
Sumber: instagram.com

Dikenal lewat Lenong Bocah dengan karakter uniknya membuat nama Mellissa Grace tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Berkarier sebagai artis cilik yang juga memiliki suara merdu sempat membuat Mellissa aktif berlalu lalang di televisi nasional untuk menunjukkan bakatnya tersebut. Seperti apa kisah Mellissa dalam memulai kariernya di dunia entertainment dulu hingga kesibukannya saat ini? Simak kisahnya hanya di Kinibisa!



"Gunakanlah segala fasilitas kemudahan informasi dan teknologi untuk kamu bisa kemudian menggali, mengeksplorasi, mengembangkan potensi kamu untuk bisa jadi versi terbaik dari diri sendiri."

Berawal dari Lenong Bocah
 

Mellissa merupakan artis cilik yang berbakat dalam bidang akting dan tarik suara.
Mellissa merupakan artis cilik yang berbakat dalam bidang akting dan tarik suara.
Sumber: instagram.com

Sejak masih kecil dulu, Mellissa sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan syuting yang membuat namanya dikenal masyarakat Indonesia ketika dulu. Ketika ia berumur 10 tahun, Mellissa bergabung dengan Sanggar Ananda yang akhirnya membawanya ke acara Lenong Bocah. Awal mula bergabungnya Mellissa ke sanggar tersebut dikarenakan sang mama yang merasa bahwa anaknya tersebut memiliki bakat dalam dunia akting. Mellissa yang dulu kerap menirukan gaya gurunya itu sering kali berakting menjadi guru lengkap dengan segala atributnya ketika bermain di rumah. Hal inilah yang membuat mamanya menawarkan Mellissa untuk bergabung dengan Sanggar Ananda setelah mendapat informasi dari kerabatnya tersebut akan keberadaan sanggar tersebut.

“Mama melihat apa yang saya lakukan di masa kecil sebagai bentuk punya bakat akting. Jadi pas kelas satu kelas dua SD, karena kakak-kakaknya itu cowok semua, kan nggak ada temen main, jadi saya suka menghibur diri dengan pretend play. Setelah saya belajar Psikolgi saya tahu bahwa itu adalah bentuk perkembangan anak yang wajar. Tapi mama melihat hal itu, ‘Wah anak saya tertarik nih di bidang akting’,” kata Mellissa yang lebih dulu aktif di dunia tarik suara ini.

Mellissa yang kala itu berasal dari keluarga sederhana tentu menjalani kegiatannya tersebut dengan tidak mudah. Ia mengaku harus membagi waktunya antara sekolah dan kegiatan di luar akademiknya. Terlebih lagi ia harus menghadiri latihan sanggar setelah selesai sekolah. Meskipun ia harus sampai mengorbankan waktu bermain dengan teman-temannya saat itu, Mellissa mengaku bahwa ia menikmati kesibukannya tersebut dan ia juga merasa banyak mendapatkan manfaat dari keikutsertaannya di Sanggar Ananda.

“Waktu itu di Senayan latihannya. Di Senayan dulu susah berangkatnya karena saya kan dari keluarga yang sederhana bukan dari orang yang kaya raya jadi kemana-mana naik angkutan umum. Nah disana belajar dasar-dasar teater. Terus belajar fisik juga, ngelilingin Stadion Senayan sebelum latihan sama kak Aditya Gumay which is itu bagus sekali karena kan memang untuk seorang aktris itu bukan cuma bisa akting tapi ada dasar-dasarnya,” ucapnya.

Setelah cukup lama bergabung dengan sanggar tersebut, Mellissa akhirnya merasa sudah waktunya ia keluar dan fokus pada sekolahnya yang kala itu sudah mau naik kelas 6 SD. Akan tetapi niatnya tersebut tidak terjadi karena saat itu Lenong Bocah akan dibentuk. Mellissa pun akhrinya bergabung dengan pemain Lenong Bocah lainnya. Menjadi pemain Lenong Bocah tidaklah semudah yang orang pikirkan. Menjadi Lenong Bocah juga tidak hanya semata melawak seperti anggapan orang-orang awam. Mellissa pun berbagi pengalamannya selama menjadi Lenong Bocah.

“Saya orangnya bosenan. Bosen mau keluar pas mau keluar bilang sama kak Adit. Terus kak Adit bilang, ‘Eh jangan keluar dulu. Kita mau bikin Lenong Bocah’. Awalnya cuma tujuh episode terus berkembang jadi 13 episode. Sebenernya Lenong Bocah itu backgroundnya bukan melenong. Bukan. Backgroundnya adalah komedi situasi anak yang berlatar belakang budaya Betawi. Jadi kalau ditanyain, ‘Kamu pelawak bukan?’, jawabannya bukan. Karena pada saat itu kita memainkan karakter dan itu menjadi lucu karena itu komedi situasi,” ujar artis yang selalu mendapatkan tawaran peran antagonis ini.

Peran Mellissa saat itu menjadi karakter yang bernama Mpok Lisa Gelisa Basah Basah. Karakternya tersebut sukses menjadi salah satu karakter yang paling diingat dan ditunggu-tunggu oleh penontonnya karena totalitas Mellissa dalam memperagakan karakternya tersebut. Kesuksesan tersebut rupanya bukanlah hal yang ia raih dalam waktu sehari dan juga tak luput dari peran sang Mama yang membantunya, mulai dari urusan kostum, aksesoris, hingga dandanannya. Mellissa mengaku bahwa ia sampai harus belajar bahasa Betawi dan bergaya selayaknya orang Betawi tulen. Sikap aslinya yang pemalu juga menjadi tantangan tersendiri untuknya karena peran yang ia mainkan sangatlah jauh berbeda dengan kepribadian aslinya. Dengan melalui proses dan latihan yang panjang serta totalitas yang tinggi, akhirnya Mellissa terbiasa dan dapat menjiwai perannya tersebut.

Menjadi Artis Cilik
 


Mellissa sempat mengeluarkan lagu yang berjudul "Sejuta Buah".
Sumber: instagram.com

Bakat yang dimiliki Mellissa rupanya juga dilihat oleh Papa T Bob yang dikenal sebagai penulis terkenal dan hits lagu anak-anak kala itu. Mellissa yang kala itu disibukkan menjadi presenter beberapa acara TVRI tersebut, bertemu dengan Papa T Bob yang ternyata suka dengan karakter Mellissa. Papa T Bob pun akhirnya menawarkan Mellissa untuk dibikinkan lagu anak-anak. Hal tersebut tentu merupakan berita baik untuk Mellissa dan keluarganya. Terlebih lagi Papa T Bob dikenal dengan lagu-lagunya yang terkenal di tanah air. Meskipun begitu, Mellissa dan keluarganya sempat ragu untuk menerima tawaran tersebut dikarenakan kondisi ekonomi keluarga. Namun pesona Mellissa membuat Papa T Bob berusaha meyakinkan mereka untuk menerima tawaran tersebut.

“Pada saat itu saya ketemu Om Wanda atau Papa T Bob. Dulu dia buatin lagu anak-anak pasti meledak, makanya orang sampe jual-jual rumah supaya minta dibuatin lagu sama dia. Pas ketemu saya, saya wawancara Papa T Bob. Nah om Wanda suka sama karakter saya terus kemudian dia bilang ke saya, ‘Mel mau dibuatin lagu nggak?’. Oh aku langsung girang banget. Karena siapa sih jaman itu yang nggak tahu lagunya Papa T Bob,” ceritanya.

Setelah melakukan proses rekaman, akhirnya album pertama Mellissa resmi dirilis dengan lagu utamanya yang berjudul, “Sejuta Buah”. Album serta lagunya yang kala itu baru dirilis selama 2 minggu tersebut sukses menjadi salah satu lagu yang paling banyak di request oleh masyarakat. Sayangnya kala itu album Mellissa tidak dapat bertahan lama di pasaran dan harus ditarik dari peredaran karena adanya masalah akibat penggunaan nama Lenong Bocah pada sampul albumnya yang kala itu digunakan untuk membedakan Mellissa ‘Lenong Bocah’ dan Melisa penyanyi lagu “Abang Tukang Bakso”.

Setelah selesai di Lenong Bocah, Mellissa mendapatkan banyak tawaran menjadi aktris di berbagai judul sinetron. Ia juga dikenal melalui acaranya yang berjudul Kring Kring Olala yang semakin melambungkan namanya di jagat raya industri televisi Indonesia. Pada awalnya Mellissa sendiri tidak megetahui popularitasnya hingga ia berada di bangku SMA.

“Saya itu baru ngeh kalau orang kenal saya itu pas SMA kelas 1. SMA saya ini sebelahan sama SD. cuma kebates sama pager sedikit. Tiap kali istirahat itu kayak jumpa fans. Banyak yang minta foto,” ujar Mellissa yang mengidolakan Vina Panduwinata ini.

baca juga: kisah inspiratif Zahra Damariva

Mellissa sendiri menjadi artis cilik yang terus aktif berkarier di dunia entertainment bahkan sampai ketika ia sedang menempuh pendidikan magister di Universitas Indonesia. Ia sempat vakum dari kariernya sebagai artis dikarenakan kesibukannya sebagai mahasiswa dan calon Psikolog. Setelah beberpa tahun, Mellissa akhirnya kembali ke dunia entertainment dengan tujuan untuk membantu dana berobat sang papa yang kala itu sedang sakit Stroke.

Mengutamakan Pendidikan dan Menjadi Psikolog
 

Mellissa berhasil mengejar pendidikannya hingga ke jenjang S2.
Mellissa berhasil mengejar pendidikannya hingga ke jenjang S2.
Sumber: instagram.com

Kesibukannya di dunia entertainment tidak menjadi alasan bagi dirinya untuk melalaikan sekolah. Terlahir di keluarga yang mengutamakan pendidikan membuat Melissa selalu menomorsatukan sekolahnya di tengah kariernya sebagai artis cilik. Sekolahnya dulu juga memiliki peraturan yang ketat sehingga membentuk Mellissa menjadi anak yang disiplin dan juga pandai.

“Anaknya memang dari kecil suka belajar dan pendidikan itu nomor satu dari keluarga memang harus mengutamakan itu,” ujar Mellissa.

Prestasinya di bidang akademik pun tidak perlu diragukan lagi. Ia selalu berhasil mendapatkan juara di sekolahnya. Sikap rajinnya tersebut didapatkan dari lingkungan keluarganya yang selalu menekankan pentingnya pendidikan. Mellissa bahkan mengaku sudah dapat membaca dan menulis ketika ia baru masuk kelas 1 SD karena ia sering ikut belajar ketika kakaknya sedang belajar.

“Dari kecil udah punya banyak kegiatan diluar akademik. Namun demikian, kegaiatn akademik itu tetap menjadi prioritas utama. Jadi meskipun syuting, meskipun les nyanyi, lomba nyanyi, tapi akademik itu selalu menjadi yang utama dan pertama. Dulu tuh udah musim tuh syuting sampe pagi. Paginya saya hampir nggak pernah bolos sekolah. Karena saya TK, SD, SMP itu di Tarakanita yang sangat ketat. Jadi mereka nggak ada urusan. Mau syuting, mau ngapain, kalau absen ya tetap absen. Jadi sekolah nomor satu dan itu sudah dari kecil,” kenangnya.

Untuk menjadi pelajar yang berprestasi dan artis yang berbakat tentu memerlukan pengorbanan dan usaha yang sulit. Mellissa rela mengorbankan waktu bermainnya dan mengisi waktu kosong di sela-sela syuting dengan belajar dan mengerjakan pr sekolah. Ia bahkan dapat berkonsentrasi belajar di tengah keramaian situasi syuting karena sudah terbiasa. Keputusannya untuk bergabung di sanggar atau Lenong Bocah kala itu juga dikarenakan jadwal latihan yang tidak mengganggu jadwal sekolahnya.

“Sekolah saya dapat ranking satu terus dari kecil dan kuliah juga IPK tertinggi dan cumlaude, itu pasti butuh perjuangan. Sikap belajar yang disiplin dan kerja keras itu sudah terbangun sejak saya kecil. Nah kebetulan saya ikut Lenong Bocah itu dulu pimpinanannya kak Aditya Gumay yang juga menekankan pendidikan. Jadi syuting selalu sepulang sekolah. Dari kecil memang waktu bermian saya dengan teman-teman di sekolah tidak sebanyak anak-anak pada umumnya,” ujar Mellissa yang dulu tidak terpikirkan ingin menjadi artis ini.

Setelah sukses menjadi artis cilik, Mellissa tidak mudah terlena dan lupa dengan tanggung jawabnya dalam menyelesaikan pendidikannya. Ia memutuskan untuk fokus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia melanjutkan kuliah di Universitas Atma Jaya dengan jurusan Psikologi. Ia juga sampai di jenjang S2 dengan jurusan yang sama di Universitas Indonesia. Alasannya memilih jurusan ini adalah karena dirinya yang memang sudah menyukai dunia Psikologi sejak SMA. Mellissa merasa bahwa jurusan tersebut merupakan hal baru untuknya dan ilmu yang dipelajari menurutnya sangatlah menarik dan dapat memberikan banyak manfaat karena berhubungan dengan manusia.

“Saya suka Psikologi sejak SMA. Kenapa saya tertarik? Satu, waktu itu di jaman saya itu dunianya baru. Bidang ilmu yang masih baru, buat saya. Yang kedua, saya berpikir bahwa ini menarik banget nih. Ini objeknya adalah manusia. Karena objeknya manusia, dia akan selalu dinamis. Jadi ilmunya nggak akan pernah mati. Yang ketiga, saya pikir ini akan bermanfaat. Mau dimanapun, ini akan bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain,” tutur artis cilik yang kini berprofesi menjadi Psikolog Klinis ini.

Mengejar pendidikan hingga sampai S2 merupakan tujuan utama dan impiannya sejak lama. Kariernya sebagai artis pun rela ia tinggalkan demi mengutamakan pendidikannya. Didikan orang tuanya juga menjadi salah satu faktor yang membuat Mellissa tidak mudah terlena oleh tawaran yang mengharuskannya mendahulukan karier di dunia entertainment. Orang tuanya percaya bahwa pendidikan dapat membuat Mellissa memiliki nalar serta cara berpikir yang baik yang dapat berguna di masa depannya sehingga ia bisa tumbuh menjadi anak dan wanita yang cerdas serta mandiri.

“Mama selalu mentingin pendidikan. Tapi tidak ada tuntutan bahwa aku harus ranking satu. Tidak. Cuma tuntutannya adalah kerjakan sebaik mungkin yang aku bisa. Bahwa itu ranking satu, itu bonus. Kemudian itu cumlaude dan IPKnya tertinggi, itu bonus. Makanya sekarang juga gitu. Di semua kehidupan saya, saya nggak pernah targetin hasil, tapi dalam proses saya selalu berusaha yang terbaik. Itu aja,” kata Mellissa.

“Mama berpikir bahwa kalau aku oke di pendidikan. Aku punya nalar yang baik. Punya pola berpikir yang baik, aku akan bisa menggunakan kepandaian aku untuk mengatasi situasi hidup apapun. Jadi cita-citanya dari kecil itu bukan pinter supaya kaya, tapi pinter supaya bisa mengatasi situasi hidup apapun itu dengan menggunakan kepandaian aku,” lanjut Psikolog yang pernah membuat kurikulum baru dengan pendekatan Psikologi untuk salah satu sekolah di Jakarta ini.

Pesan dan Harapan Mellissa untuk Para Generasi Muda
 

Mellissa berpesan agar anak muda Indonesia menggunakan teknologi untuk hal positif.
Mellissa berpesan agar anak muda Indonesia menggunakan teknologi untuk hal positif.
Sumber: instagram.com

Tumbuh di lingkungan yang sederhana mengajarkan Mellissa untuk menghargai segala hal yang ada di sekitarnya, sekecil apapun hal tersebut. Ia juga merasa bahwa kesederhanaan keluarganya membuat dirinya menjadi rendah hati dan menjadi sosok yang selalu berjuang dalam meraih impiannya.

“Keluarga saya dari keluarga yang sederhana dan terus terang saya tidak malu mengakui hal itu. Kenapa? Karena dari kesederhanaan itu, satu, saya belajar caranya menghargai hal-hal kecil. Dua, saya belajar artinya kerja keras. Saya belajar artinya pencapaian. Kalau saya mau sesuatu saya harus usahain itu. Dan yang paling penting adalah saya belajar menghargai orang. Mau jabatannya tinggi atau tidak terlalu tinggi, saya akan tetap respect orang tersebut. Jadi saya pikir ini modal untuk tetap rendah hati,” tuturnya.

“Dan itu penting sekali. Karena diempa melalui perjuangan, menurut saya ini juga yang membedakan generasi yang dulu dengan generasi yang sekarang semua serba instan. Karena kan kalau dulu masuk TV sebuah kebanggaan. Kalau sekarang bikin yang aneh-aneh, viral, diundang ke TV. Jadi kurang perjuangannya dan kurang sense of achievementnya,” lanjut Mellissa.

baca juga: kisah inspiratif Mellissa Grace

Dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat ini membuat Mellissa berharap generasi muda Indonesia dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang ada untuk tujuan yang positif, baik untuk orang lain dan diri sendiri. Ia juga berpesan untuk para anak muda untuk melakukan T.H.I.N.K sebelum mereka menggunakan media sosialnya sebagai wadah curhat atau beropini. Menurut Mellissa, hal tersebut sangatlah penting untuk diingat karena apa yang dibagikan di media sosial menggambarkan sosok asli dari yang mengupload hal tersebut.

“Ini ada kemajuan teknologi. Segala sesuatu itu seperti memiliki dua sisi mata uang. Tergantung gimana kita pakenya. Kalau kita pake untuk hal yang positif maka itu akan berdampak positif pada diri kita di kehidupan selanjutnya. Jadi buat generasi sekarang, gunakan itu sepositif mungkin. Supaya itu membawa hasil bagi dirimu sendiri dan bagi orang lain. Setiap orang bisa upload apapun di sosmed. Tapi apapun itu yang kamu upload, baik itu komen ke orang lain atau apapun itu, actually itu lebih menggambarkan diri yang upload dibandingkan orang lain yang dikomentari. Maka dari itu, jadilah representasi dirimu yang sebaik-baiknya. Jadilah versi terbaik dari dirimu yang sebaik-baiknya. Dengan menggunakan segala fasilitas kemudahan informasi dan teknologi yang berkembang pesat ini,” pesan Mellissa.

“Jadi sebelum upload sesuatu, THINK dulu. T, is it true? Bener nggak sih informasi ini? H, is it helpful? Akan membantu nggak buat sesama? I, is it inspiring? Bisa inspired people atau nggak? N, is it necessary? Butuh nggak gua buat upload ini? Kalau cuma buat ngelampiasin perasaan, kan perasaan yang ngalamin diri sendiri. Perlu banget nggak sih sedunia tahu? Terus K. Is it kind? Mungkin itu nggak seberapa berarti buat sebagian orang, tapi itu bisa berarti banyak buat orang yang kita berikan support. Jadi THINK itu penting banget. Gunakanlah segala fasilitas kemudahan informasi dan teknologi untuk kamu bisa kemudian menggali, mengeksplorasi, mengembangkan potensi kamu untuk bisa jadi versi terbaik dari diri sendiri bukan dari orang,” tutupnya.


Sosok Mellissa Grace tentu dapat menjadi inspirasi bagi anak muda jaman kini dalam mengejar pendidikan serta cita-cita mereka. Meskipun mengutamakan pendidikan, Mellissa mampu menyeimbangkan antara kariernya di dunia entertainment dan aktvitas kehidupannya yang lain. Simak kisah tokoh-tokoh inspiratif lainnya hanya di Kinibisa!