span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Andik Vermansyah: Dulu Penjual Es Kini Andalan Timnas
Oleh : Ardito Ramadhan
26 April 2018

Highlight

Saking senengnya punya sepatu baru, di dalam rumah dipakai hingga tidur pun dipakai sambil menggendong bola.

Andik Vermansyah
Merupakan salah satu bintang sepakbola Indonesia yang mempunyai pengalaman bermain di luar negeri.
Sumber: beritahati.com

Ia merupakan salah satu bintang sepakbola Indonesia. Lahir di keluarga yang sederhana, sosok ini pernah menjadi penjual es sebelum bakatnya mengolah si kulit bundar ditemukan. Setelah itu, siapa yang tidak mengenalnya? David Beckham pun rela memberikan kostumnya kepada sosok ini karena telah menjatuhkannya dalam sebuah pertandingan. Simak kisah inspiratif Andik Vermansyah bersama Kinibisa!



"Kalau ada rezeki mau bikin kos-kosan, buat masa depan. Aku selalu mikir masa depan karena aku melihat betapa sulitnya orangtua aku mencari uang."

berfoto dengan keluarga
Berfoto dengan keluarganya saat merayakan Hari Raya.
Sumber: bolaprima.com

Andik Vermansyah lahir di Jember, Jawa Timur, pada 23 November 1991. Ia dilahirkan dalam keluarga yang amat sederhana. Ayahnya adalah seorang tukang bangunan sementara sang ibu merupakan seorang tukang jahit. Penghasilan kedua orangtuanya itu pun bisa dibilang pas-pasan dan hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah Andik.

Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat kedua orangtua Andik tidak mempunyai cukup uang untuk mendukung mimpi Andik menjadi pemain sepakbola. Andik pun sempat dilarang untuk menekuni sepakbola oleh kedua orantuanya. Oleh sebab itu, Andik bertekad untuk bekerja dan mengumpulkan uang sendiri demi mencapai mimpinya menjadi pemain sepakbola.

Andik kecil sempat melakoni beberapa pekerjaan untuk memperoleh uang. Pekerjaan itu antara lain pengamen, penjual koran, dan penjual es. “Saat itu saya kelas IV SD. Saya membantu pedagang di stadion berjualan setiap Persebaya bertanding untuk memenuhi keinginan membeli sepatu sepakbola. Setelah besar, saya juga pernah menjadi loper koran,” kata Andik kepada Tribun[1]

Selain ditabung untuk membeli sepatu sepakbola, uang hasil penjualan itu biasanya ia sisihkan sebagai uang jajan. “Hitung-hitung bantu keluarga dan untuk jajan saya setiap hari. Sebab orang tua kadang tidak bisa kasih uang jajan,” kata Andik kepada Bola.com[2].

Berbekal uang hasil bekerja, Andik pun berhasil membeli sepatu sepakbola pertamanya. “Dia minta dibelikan sepatu bola dengan uang hasil ngamen dan berjualan kue yang dikantonginya. Saat itu harga sepatunya Rp40 ribu. Ibu memang punya sedikit tabungan makanya Andik diajak beli sepatu ke pasar Praban,” kata Agus, kakak Andik, kepada Sindonews[3].

Namun, uang yang dibawa Andik dan ibunya hanya cukup untuk membeli sepatu dan makanan di pasar tersebut. Akibatnya, mereka pun tak punya ongkos untuk pulang ke rumah. “Waktu itu karena tidak ada ongkos untuk pulang Andik dan Ibu terpaksa harus jalan kaki kembali ke kontrakkan. Jaraknya ya sekitar 10 Kilometer,” kata Agus menjelaskan.

Agus menceritakan saat itu Andik sangat senang ketika pertama kali memiliki sepatu sepakbola. “Saking senengnya punya sepatu baru,di dalam rumah dipakai hingga tidur pun dipakai sambil menggendong bola,” kata Agus menceritakan kebiasaan sang adik.

Karir Muda yang Cemerlang
 

merayakan gol
Andik merayakan gol ketika membela Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2016.
Sumber: okeinfo.net

Andik memang sudah menyukai sepakbola sejak kecil. Saat duduk di bangku SD, ia sudah terdaftar di Sekolah Sepakbola (SSB) Dwikora. Lalu, ketika ia berusia sembilan tahun ia pindah ke SSB Kedawung Setia Indonesia (KSI). Di sana, bakat Andik dalam mengolah si kulit bundar semakin terlihat. Saat bergabung di SSB KSI inilah Andik merasakan turnamen sepakbola pertamanya yaitu Liga Campina.

Meski SSB KSI gagal meraih gelar juara, permainan Andik rupanya berhasil memukau para penonton. Pada turnamen itu pula, Andik sempat mengambek karena timnya gagal pulang membuat piala. Saat itu, ia menangis dan tak mau meninggalkan lapangan sehingga mesti dibujuk orangtua dan penonton lainnya.

Seiring waktu berjalan, bakat Andik ditemukan oleh pelatih SSB Suryanaga, Rudi. Terkesima dengan keahlian Andik, Rudi menawarkan Andik untuk berlatih di SSB itu tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun. “Waktu itu dia iseng nonton aku bermain dan dia bertanya kamu ikut SSB apa? Aku jawab, tidak ada. Aku pun diajak ke Suryanaga, gratis. Terus aku bilang kakak dan diizinkan,” kata Andik kepada Kompas[4].

Di bawah asuhan SSB Suryanaga, karier Andik meningkat secara cepat. Saat berusia 17 tahun, ia direkrut klub legendaris Surabaya, Persebaya Surabaya. Pada 2008, pemain yang berposisi sayap ini mencatat debutnya bersama tim senior Persebaya kala menghadapi Persekabpas Pasuruan. Saat itu, Andik tercatat sebagai salah satu pemain termuda di tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Pada tahun yang sama, Andik bersama kontingen Jawa Timur juga berhasil memenangkan medali emas cabang sepakbola Pekan Olahraga Nasional yang digelar di Kalimantan Timur. Prestasi itu tentu membuat nama Andik mulai dikenal di kancah sepakbola nasional. Gaya permainannya yang mengandalkan kecepatan membuat Andik sering disebut sebagai Lionel Messi-nya Indonesia.

Permainan Andik yang eksplosif rupanya mencuri perhatian Rahmad Darmawan yang sedang menukangi Tim Nasional Indonesia U-23. Saat itu, Andik dipanggil untuk memperkuat Timnas U-23 yang tengah disiapkan untuk menghadapi SEA Games 2011 yang digelar di Jakarta dan Palembang.

Bermain di depan publik sendiri, Andik tampil impresif sepanjang turnamen. Sayang, Andik belum berhasil membawa Indonesia meraih medali emas. Pada ajang dua tahunan itu, Indonesia harus puas memperoleh medali perak setelah kalah adu penalti melawan Malaysia. Sejak saat itu, Andik pun mulai menjadi langganan Timnas Indonesia.

Bertemu Beckham dan Bermain di Malaysia
 

tukar kaos
Andik bertukar seragam dengan David Beckham pada laga persahabatan antara Indonesia dan Los Angeles Galaxy.
Sumber: bp.blogspot.com

Sepanjang karirnya sebagai pemain sepakbola, 30 November 2011 agaknya menjadi hari yang terlupakan bagi Andik. Pada hari itu, Andik yang membela tim Indonesia Selection mengikuti partai persahabatan menghadapi Los Angeles Galaxy yang diperkuat salah satu pemain paling populer di dunia, David Beckham.

Pada pertandingan tersebut, penampilan impresif Andik membuat pemain-pemain klub asal Amerika Serikat tersebut kocar-kacir, tak terkecuali David Beckham. Puncaknya, mantan pemain Manchester United dan Real Madrid ini terpaksa menjegal Andik. Lantas, Beckham pun menerima sorakan para penonton yang memadati Stadion Gelora Bung Karno saat itu.

Tak disangka, Andik justru merasa senang telah dikasari oleh pemain yang disebut selebriti sepakbola itu. “Senang sekali mas ditekel Beckham. Itu berarti saya tandanya saya dianggap sama dia. Dia meminta maaf kepada saya karena menekel tadi,” kata Andik kepada Detik[5].

Pada akhir pertandingan, Beckham pun meminta maaf kepada Andik dan bertukar pakain dengannya. “Merasa tidak enak sama dia (Andik), karena saya agak kasar. Jadi saya berikan baju saya, dan saya pengen baju dia,” kata Beckham dikutip dari Liputan6.[6]  Andik mengaku peristiwa itu adalah pengalaman yang terlupakan. “Saya sangat sembira, senang sekali. Tak membayangkan sebelumnya saya bisa bertukar kaus dengan Beckham dan bertemu dengannya,” katanya.

Sayangnya, Andik masih belum berhasil mempersembahkan prestasi bagi Indonesia. Beberapa kali memperkuat timnas untuk ajang Piala AFF, Andik belum mampu membawa pulang piala. Pada Piala AFF 2012, Indonesia mesti tersingkir di babak penyisihan. Empat tahun kemudian, Indonesia harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Tim Gajah Putih, Thailand.

Meskipun belum berhasil mencetak prestasi yang memuaskan bersama Timnas Indonesia, Andik mempunyai catatan prestasi tersendiri di dunia sepakbola Indonesia. Ia merupakan satu dari sedikit pemain sepakbola Indonesia yang bermain untuk klub luar negeri. Selain Andik, pemain yang sempat bermain di luar negeri adalah Irfan Bachdim, Stefano Lilipally, dan Bambang Pamungkas.

membela klub Andik saat membela klub asal Malaysia, Selangor FA.
Sumber: performgroup.com

Sejak 2013 hingga 2017, Andik tercatat bermain untuk Selangor FA, klub asal Malaysia yang bermarkas di pinggir Kuala Lumpur. Bersama tim tersebut, Andik berhasil meraih gelar Piala Malaysia 2015. Gelar ini membuat Andik sukses menyamai prestasi Bambang Pamungkas, Ellie Aiboy, dan Ristomoyo sebagai pemain asal Indonesia yang  penah mempersembahkan gelar juara bagi Selangor.

Sebelum berkiprah di Negeri Jiran, Andik sebenarnya sempat melanjutkan karir di Persebaya Surabaya, klub yang membesarkannya. Sepanjang 2008-2010 ia memperkuat klub yang bermarkas di Stadion 10 November itu. Konflik internal yang terjadi dalam tubuh klub membuat Andik mesti menyebrang ke Persebaya 1927, klub yang muncul akibat konflik tersebut. Andik hanya sempat bermain selama tiga musim di klub itu sebelum pindah ke Selangor.

Panutan di Dalam dan Luar Lapangan
 

pealatnasAndik ketika mengikuti Pelatnas bersama Timnas Indonesia.  
Sumber: suratkabar.id

Prestasi Andik di dalam lapangan agaknya bukan menjadi satu-satunya hal yang bisa ditiru oleh sosok pengidola Cristiano Ronaldo ini. Di luar lapangan, Andik rupanya adalah sosok sederhana yang sangat mencintai kedua orang tuanya. Bentuk kecintaannya kepada orangtua diwujudkan dengan membelikan sebuah rumah bagi kedua orang tuanya.

“Selama merantau di Surabaya, aku sudah membelikan rumah atas nama orangtuaku karena itu sudah menjadi janji dari batinku. Alhamdulillah juga, aku sudah memberangkatkan ibu pergi umrah. Insya Allah kalau ada rezeki mau naikkan haji kedua orangtua,” kata Andik. “Andik anak yang sayang keluarga. Ia selalu peduli pada orangtua dan adik-adiknya,” kata ibu Andik, Jumaiyah, menambahkan.

baca juga: kisah inspiratif Tontowi Ahmad

Bagi Andik, orangtuanya adalah sosok yang paling memotivasi hidupnya. Kehidupan masa kecilnya yang serba susah juga menjadi motivasi bagi Andik untuk mulai memikirkan masa depan. “Kalau ada rezeki mau bikin kos-kosan, buat masa depan. Aku selalu mikir masa depan karena aku melihat betapa sulitnya orangtua aku mencari uang ,” katanya.

Begitulah kisah Andik Vermansyah untuk menggapai cita-citanya menjadi pemain sepakbola. Berawal dari bocah penjual es yang tidak mempunyai sepatu sepakbola, kini Andik telah menjelma sebagai salah satu pemain sepakbola papan atas. Kerja keras dan kesabaran tentu merupakan kunci kesuksesan Andik. Simak kisah inspiratif tokoh-tokoh lainnya bersama Kinibisa!


[1]http://jambi.tribunnews.com/2011/11/14/andik-dulunya-penjual-es-dari-tambaksari-1
[2]http://www.bola.com/indonesia/read/2384325/masa-kecil-andik-vermansah-nasi-aking-ngamen-hingga-jualan-es
[3]https://soccer.sindonews.com/read/693560/60/sepatu-andik-punya-cerita-1354428645
[4]http://bola.kompas.com/read/2011/11/09/13145674/Andik.dari.Jualan.Es.sampai.Jadi.Messi.
[5]https://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/1779623/andik-disapa-beckham-bagaikan-bertemu-wanita-cantik?b99110270=
[6]http://bola.liputan6.com/read/365344/kostum-beckham-spesial-untuk-andik