span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Pandji Pragiwaksono: Komedi Tunggal Sebagai Wujud Cinta Indonesia
Oleh : Nanda Aulia Rachman
08 Mei 2018

Highlight

You’ll Never Know When Someone Comes In and Press Play on Your Paused Life.

Pandji
Pandji Pragiwaksono, merupakan seorang seniman multitalenta yang mempunyai segudang profesi. Aktor, stand-up comedian, dan penyanyi adalah beberapa profesi yang pernah dilakoni Pandji.
Sumber: hipwee.com

Kemampuan akademis seseorang saat bersekolah tidak selalu menentukan karir dan masa depannya. Kerap mendapat nilai yang kurang memuaskan saat di sekolah, dirinya mampu berkuliah di salah satu institut terbaik di Indonesia dan meniti karirnya dalam berbagai bidang yang amat luas dan bervariasi. Simak kisah inspiratif Pandi Pragwiaksono, seorang aktor, penulis, penyanyi dan stand-up comedian bersama Kinibisa!



"Gua ingin memberi harapan bagi orang-orang Indonesia agar gak takut sama mimpinya dan mau memperjuangkan, khususnya bagi yang selalu dapat rangking rendah sepanjang sekolah dan tanpa prestasi seperti saya."

Pandji Pragiwaksono lahir di Singapura, 18 Juni 1979. Pandji tercatat sebagai salah satu siswa di SMPN 29 Jakarta dan SMA Kolese Gonzaga. Dirinya menghabiskan waktu kuliahnya di program studi Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain Insititut Teknologi Bandung dari tahun 1997.

Selama bersekolah, Pandji dikenal sebagai salah satu siswa yang biasa-biasa saja, malah cenderung kurang baik di bidang akademis. Namun berkat usaha kerasnya untuk selalu memperbaiki diri, akhirnya ia bisa mencapai posisi dimana ia sekarang berada

Pandji Si Multitalenta
 

pertama memulai di dunia hiburan
Pandji memulai karirnya di dunia hiburan dengan menjadi penyiar radio di Hard Rock FM Bandung.
Sumber: okezone.com

Pandji memulai karirnya sebagai seorang penyiar radio di Hard Rock FM Bandung selama dua tahun Tike Priyatnakusumah. Pada tahun 2013, ia berpindah diri ke Jakarta dan memandu siaran radio di Hard Rock FM Jakarta bersama selama tiga tahun. Di acara ini ia mulai dikenal masyarakat ibukota lewat kolaborasinya bersama Steny Agustaf.

Suami dari Gamilia Mustika Burhan ini juga pernah tampil di televisi sebagai presenter TV. Beberapa acara yang pernah ia bawakan adalah Kena Deh, sebuah reality show yang membuat Pandji harus menyamar menjadi berbagai tokoh dan memberikan lima pertanyaan kepada target yang dituju, pada tahun 2011. Selain Kena Deh, Pandji juga sempat menjadi pemandu acara siara pertandingan National Basketball Association(NBA) berkat hobi dan pengetahuannya akan olahraga basket.

baca juga: kisah inspiratif Najwa Shihab

Ayah dua anak ini juga memiliki ketertarikan terhadap musik rap. Di tahun 2008, ia merilis album pertamanya, Provocative Proactive yang menampilkan kolaborasinya bersama beberapa koleganya seperti Tompi, Steny Agustaf dan Gamilia Mustika. Setahun kemudian, album “You’ll Never Know When Someone Comes In and Press Play on Your Paused Life” dirilis olehnya. Selain sebagai hobi, Pandji bersama teman-teman penyiarnya membuat sebuah album amal “This Is Me.” Penjualan album itu ditujukkan bagi Yayasan Onkologi Indonesia.

Pandji selanjutnya mengeluarkan 3 album lagi, Merdesa pada tahun 2010, Album 32 pada tahun 2012, dan Pemanasan pada tahun 2015. Salah satu fakta unik pada ketiga album ini terdapat pada album keempatnya. Di album 32, Pandji meluncurkan pemikirannya tentang kemerdekaan Indonesia. Terdapat juga beberapa musikalisasi puisi dari pidato M. Hatta seperti Demokrasi Kita dan Indonesia Free. Ia sempat melakukan tur keliling Indonesia pada tahun 2015. Tur itu ia namakan, Nusantara 2015.

Selain berkarya di sebagai presenter dan musisi, Pandji juga gemar untuk menuangkan pemikirannya, baik itu dalam blog pribadi atau dalam sebuah buku. Beberapa buku yang pernah ia tulis di antara lain:

  • How I Sold 1000 CDs in 30 Days (2009)
  • Nasional.is.me (2010)
  • Merdeka Dalam Bercanda (2012)
  • Berani Mengubah (2012)
  • Degalings (2014)
  • Indiepreneur (2015)
  • Juru Bicara (2016)
  • Menemukan Indonesia (2016)

Karir Pandji tak habis disitu. Tercatat bahwa Pandji sedikitnya telah bermain di delapan judul film. Berbagai peran ia telah lakoni, mulai dari karakter di film drama sampai peran andalannya sebagai komedian. Beberapa film yang pernah Pandji bintangi adalah:

  • Make Money (2013)
  • Comic 8 (2014)
  • Marmut Merah Jambu (2014)
  • Dibalik 98 (2015)
  • Youtubers (2015)
  • Comic 8: Casino Kings (2015)
  • Single (2015)
  • Rudy Habibie (2016)
Komedi Cerdas
 

pelopor suci
Pandji Pragiwaksono merupakan salah satu pelopor Stand Up Comedy di Indonesia.
Sumber: twimg.com

Di tahun 2010, ia menyadari bahwa stand-up comedy mempunyai potensi yang sangat besar di Indonesia. Oleh karena itu, lelaki yang kerap tampil di layar kaca ini memutuskan untuk berkarya lebih jauh pasca mengadakan Twivate Concert pada tahun 2010.

Setelah itu, Pandji banyak berkontribusi kepada sektor komedi tunggal ini, mulai dari mengadakan berbagai acara komedinya sendiri sampai dengan berkolaborasi bersama komedian dan pihak yang lain untuk menggagas kompetisi komedi tunggal, Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV pada tahun 2011.

Di dalam setiap materinya, ia selalu membawa isu-isu nasionalis dan kritis sehingga dapat membuka jalan berpikir penonton namun tetap dibawakan apik, nyentrik dan pastinya menggelak tawa.

“Pandji memposisikan dirinya sebagai Juru Bicara bagi banyak kalangan di Indonesia yang terlalu lemah untuk melawan, terlalu sedikit suaranya untuk terdengar dan membicarakan isu-isu penting di Indonesia. Beberapa di antaranya, adalah pembahasan mengenai Industri televisi, sensor, entrepreneurship, pendidikan, lingkungan, sejarah, dan lain-lain,” tulinya di laman web pribadinya (2016).

Ide cemerlang Pandji memang tak pernah ada habisnya. Pandji mengkolaborasikan konser stand-up dengan konser hip-hop dan peluncuran album 32 miliknya. Peluncuran album ini juga menggunakan sebuah eksekusi yang menarik. Ia menggunakan teknik free lunch method.

Teknik yang sebelumnya digunakan pada rilis album sebelumnya membuat masyarakat dapat mengunduh secara gratis musik Pandji dari laman web pribadinya. Akan tetapi Pandji tetap mendapatkan pemasukkan dari traffic internet yang digunakan untuk menarik para sponsor beriklan. Diketahui pemasukan dari album ketiga itu mencapai Rp.100.000.000 dalam 10 hari.

Beberapa penampilan tunggal yang pernah ia pentaskan, baik di Indonesia maupun di luar negeri antara lain;

  • Bhinneka Tunggal Tawa
  • Indonesia: (2012)
  • Messake Bangsaku (2015)
  • Juru Bicara (2016)

Ketika ditanya soal konser komedi tunggal yang mengharuskannya untuk tur keliling dunia dan mengurusi semua keperluan akomodasi sendiri, Pandji hanya terkekeh dengan senyum khasnya. “Gua ingin memberi harapan bagi orang-orang Indonesia agar gak takut sama mimpinya dan mau memperjuangkan, khususnya bagi yang selalu dapat rangking rendah sepanjang sekolah dan tanpa prestasi seperti saya,” jelas Pandji kepada Hipwee (16/08/2017)

Menurut Pandji, mencintai Indonesia berarti menjunjung persatuan dibalik segala perbedaan. Mencintai Indonesia bukan masalah apa yang seseorang lakukan, tapi dari niatan orang tersebut menurutnya. Jangan membatasi kecintaanmu dengan pandangan seperti itu, jika boleh merujuk pada perkataan Pandji.

baca juga: kisah inspiratif Maudy Ayunda

“Banyak orang yang pakai batik, celana kain asli Indonesia, sepatu buatan Indonesia, tapi korup dan mencuri hak orang lain. Banyak juga orang yang sekolah di luar negeri tapi kembali untuk membangun bangsanya dgn ilmu yang didapat dari asing tersebut. Tidak salah punya kemampuan berbahasa asing selama digunakan utk mewakili Indonesia dengan baik di mata dunia. Tidak salah menggunakan merk asing asal untuk kebaikan Indonesia.Cinta sesuatu bisa dilakukan tanpa anti terhadap yg lain,” ungkap Pandji di laman web pribadinya (06/08/2011).

Pandji Pragiwaksono agaknya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Indonesia untuk terus berkarya lewat hobinya maisng-masing. Pandji juga bisa menjadi contoh bahwa karya seni juga dapat dijadikan sarana untuk menunjukkan rasa cinta kepada Tanah Air. Simak kisah inspiratif tokoh-tokoh lainnya bersama Kinibisa!