span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Iko Uwais: Aktor Laga Indonesia yang Menembus Kancah Hollywood
Oleh : Nanda Aulia Rachman
04 Mei 2018

Highlight

Pernah berkarir sebagai pesepakbola professional.

iko uwais
Uwais Qorny atau yang dikenal sebagai Iko Uwais adalah seorang aktor yang mempunyai latar belakang sebagai atlet seni bela diri.
Sumber: majalahkuntum.com

Pencak silat sebagai bela diri asli Indonesia mempunyai keunikannya sendiri. Tokoh inspiratif kali ini memberikan kontribusi kepada industri film Indonesia dan dunia lewat bela diri ini. Kinibisa kali ini mengangkat profil salah satu aktor laga terbaik tanah air saat ini, Iko Uwais.



"‘Merantau’ mendapatkan banyak pujian dan ulasan baik dari para kritikus film. "

Iko Uwais lahir di Jakarta, 12 Februari 1983. Dia adalah seorang aktor, koreografer film, stuntman, dan atlet pencak silat yang namanya lekat dengan film-film laga Indonesia saat ini. Ia mencapai kesuksesannya saat ini berkat keahlian dan kepiawaiannya dalam pencak silat.

Masa Kecil dan Keluarga Iko
 

sewaktu kecil bermimpi untuk jadi pesepak bola
Ketika masih kecil, Iko Uwais bercita-cita menjadi seorang pemain sepak bola.
Sumber: colours-indonesia.com

Lelaki yang mempunyai nama asli Qorny Uwais ini merupakan seorang betawi asli. Ia lahir dari pasangan Mustapa Kamaludin dan Maisyarah. Saat kecil, ia bercita-cita menjadi seorang pemain bola. Bahkan ia pernah berkarir sebagai pesepakbola professional di sebuah klub divisi 2. Namun, karirnya sebagai gelandang di klub itu tak bertahan lama. Ia berhenti menjadi seorang sepakbola seiring dengan kebangkrutan timnya.

baca juga: kisah inspiratif Dian Sastrowardoyo

Pada tahun 2012, ia menikahi Audy Item, seorang penyanyi tenar Indonesia.  Pernikahan mereka dibilang terkandung cepat. Pasalnya, mereka memutuskan untuk naik ke pelaminan hanya dalam waktu 3 bulan pasca mereka berkenalan. "Ya nggak menyangka kita bakal nikah akhirnya, atau menyangka bakal pacaran," ujarnya dikutip dari JPNN (03/10/2015). Keduanya dikaruniai dengan seorang buah hati bernama Atreya Syahla Putri Uwais yang lahir pada 11 Januari 2016

Mengenal Dunia Persilatan
 

mempraktikan sebuah gerakan
Iko Uwais mempraktikkan sebuah gerakan bela diri yang dikuasainya.
Sumber: genmuda.com

Iko Uwais mengenal silat sudah sedari kecil. Kakeknya, H. Achmad Bunawar merupakan jagoan silat yang mendirikan sebuah perguruan silat bernama Tiga Berantai. Sejak umur 10 tahun, ia belajar silat betawi disana bersama pamannya.

Lelaki berbadan tegap ini berhasil meraih posisi ketiga pada turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta. Dua tahun kemudian, ia merangsek menjadi juara nasional sebagai pesilat terbaik dalam kategori demonstrasi pada Kejuaraan Silat Nasional.

Berkat keterampilannya, ia seringkali diundang ke luar negeri untuk melakukan eksibisi dan demonstrasi silat Indonesia. Beberapa negara seperti Inggris, Rusia, Laos, Kamboja dan Perancis sempat disambanginya pada kesempatan itu.

Bertemu Dengan Gareth Evans
 

bersama gareth evans
Iko Uwais dan Gareth Evans.
Sumber: zimbio.com

Keterlibatannya pada industri film bermula pada pertemuannya dengan Gareth Evans, seorang sutradara asal Wales. Evans menemukan Iko pada proses syuting sebuah film dokumenter garapannya yang membahas asal muasal silat di Indonesia pada tahun 2007.

Pada satu waktu, ia datang ke perguruan Tiga Berantai untuk merekam kegiatan disana. Saat itulah ia bertemu dengan Iko Uwais. Ia tertarik dengan karisma dan aksi yang mampu Iko hadirkan pada filmnya saat itu. Setelah film itu, akhirnya Evans kepincut dan menawarkan Iko untuk bermain dalam filmnya.

Setelah menandatangani kontrak lima tahun dengan Gareth Evans dan rumah produksinya, Iko Uwais resmi masuk ke industri film dan meninggalkan pekerjaannya pada saat itu sebagai supir di sebuah perusahaan telekomunikasi.

Debut pertamanya langsung mendecak kagum banyak pihak. Judul film pertamanya kolaborasi dengan Gareth Evans adalah Merantau. Dia tampil sebagai Yuda, seorang perantau dari Minang yang berniat untuk mempelajari silat harimau dari masternya, Edwel Yusri Datuak Rajo Gampo Alam.

‘Merantau’ mendapatkan banyak pujian dan ulasan baik dari para kritikus film. Karya pertama Iko mendapatkan penghargaan Jury Award Action Fest 2010, sebuah penghargaan istimewa pilihan para panelis yang digawangi oleh Chuck Norris, dkk.  Film yang dirilis pada tahun 2009 ini juga ditayangkan pada berbagai festival film internasional seperti;

  • Bucheon International Fantastic Film Festival 2009
  • South by Southwest (SXSW) Festival 2009
  • Austin Fantastic Fest 2009
  • Sitges Film Festival 2009
  • ActionFest 2010

Setelah ‘Merantau’, Iko kembali berlaga pada salah satu film terbaik yang pernah diproduksi dalam perfilman Indonesia, The Raid. Film yang dirilis tahun 2011 ini menampilkan adegan laga silat yang khas dengan sentuhan latar belakang masa kini. Disini, ia berperan sebagai Rama, seorang rookie dalam pasukan polisi elit yang bertugas untuk membasmi sarang penjahat dan bandar narkoba di pinggiran Jakarta.

aksi Iko dalam film the raid 2
Aksi Iko dalam salah satu adegan di film The Raid 2.
Sumber: media.npr.org

Kualitas produksi dan laga yang mumpuni membuatnya diklaim sebagai salah satu film laga terbaik oleh banyak kritikus film internasional. Saking suksesnya, film ini memenangkan berbagai penghargaan di banyak festival seperti, Toronto International Film Festival, SXSW Festival, Dublin International Film Festival dan Festival Film Indonesia.

The Raid juga dibeli hak siarnya oleh Sony Pictures Worldwide, Kadokawa Pictures, Koch Media, dll. Namanya diubah menjadi The Raid: Redemption untuk rilis internasionalnya. Secara total, The Raid meraih pemasukan kotor sebesar 9,1 juta dollar Amerika Serikat. Kolaborasi Iko dan Evans berlanjut pada sekuel The Raid, Berandal (The Raid: Retaliation)

Film kedua ini menceritakan tentang petualangan Rama pasca berhasil lolos dari penyerbuan berdarah di sarang penyamun dan penjahat di edisi sebelumnya. Film yang dirilis pada tahun 2014 meraih resepsi yang lebih baik. Bahkan ia sempat tampil di Sundance Film Festival 2014 dan masuk ke daftar 10 film terbaik tahun 2014 menurut Internet Movie Database (IMDB).

Setelah the Raid 2, Iko berakting di film Indonesia lainnya, Headshot pada tahun 2016 arahan Mo Brothers (Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel). Dengan genre film yang sama sebelumnya, Headshot dianggap tidak sesukses film Iko sebelumnya walaupun tetap melanglangbuana di berbagai festival film internasional

Merambah Karir Hingga Hollywood
 

starwars
Iko Uwais dan Yayan Ruhiyan dalam Star Wars.
Sumber: wordpress.com

Pasca The Raid, nama Iko langsung melambung diantara sineas dan cinephile di Indonesia dan dunia. Tahun 2013, ia diajak Keanu Reeves untuk bergabung dalam filmnya, Man of Taichi. Film inilah menjadi tapak tilas Iko di industri film Hollywood.

Walaupun mendapat peran pembantu, karirnya tetap menanjak seiring waktu. Salah satu berita yang menggemparkan publik Indonesia adalah ketika ia terpilih sebagai salah satu cast di serial ikonik Star Wars. Bersama kompatriot aktor/atlet pencak silat, Yayan Ruhiyan, ia berperan sebagai salah satu anggota grup pencari harta (bounty hunter) bernama Razoo Qin-Fee.

Di film Star Wars VII: The Force Awakens, ia dan kelompoknya menyerbu kapal milik Han Solo (Harrison Ford). Dalam adegannya (yang mayoritas berlari untuk kabur dari monster luar angkasa), ia sempat bercengkerama dengan Han Solo dan Chewbacca (Peter Mayhew).

Di tahun 2017 ini, ia sendiri sedang dalam proses pembuatan 3 film Hollywood dan 1 film Indonesia terbarunya yakni;

  • Triple Threat (Hollywood)
  • Beyond Skyline (Hollywood)
  • Mile 22 (Hollywood)
  • The Night Comes For Us (Indonesia)

Film teranyarnya, Triple Threat, memberikan ia kesempatan untuk berakting dengan aktor-aktor laga terbaik dunia terkini dalam layar perak. Pada film itu, ia beradu akting dengan Tiger Chen (Tiongkok), Tony Jaa (Thailand), Scott Adkins, Michael Bisping dan Michael Jai White (Amerika). Selain Iko Uwais, aktor-aktor lainnya juga mempunyai rekam jejak yang cukup mentereng, yakni;

  • Tony Jaa (Furious 7, xXx; The Return Of Xander Cage, Ong Bak
  • Tiger Chen (Man of Taichi, The Matrix)
  • Scott Adkins (Doctor Strange, The Expendables 2, Bourne Ultimatum)
  • Michael Bisping (xXx; The Return Of Xander Cage, Twin Peaks)
  • Michael Jai White (Spawn, The Dark Knight, Arrow)

Film arahan sutradara Jesse Johnson ini berkisah soal putri miliarder yang menjadi sasaran kartel tentara bayaran. Hanya tiga lelaki yang dapat dimintai sang putri untuk melindungi dirinya.Dalam film ini, Iko, Jaa, dan Chen akan memerankan tokoh protagonis, sementara Adkins, Bisping, dan White akan menjadi musuh mereka. Rencananya, film yang sempat tertunda produksinya ini selama setahun akan mulai kembali diproduksi pada April 2017. Lokasi syuting pertama akan dilakukan di Bangkok, Thailand.

Berkatnya, pencak silat telah dikenal dan dianggap sebagai salah satu seni bela diri terbaik di dunia. Sepak terjang Iko Uwais di film Indonesia dan Hollywood telah mengharumkan nama Indonesia. Bagaimana dengan kalian? Apa yang kalian impikan dan berikan kepada tanah air? Ayo bergabung bersama Kinibisa agar bisa menjadi #generasikompeten layaknya Iko Uwais!