span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Chelsea Islan: Ketekunan Mengantarkan pada Kesuksesan
Oleh : Ardito Ramadhan
02 Mei 2018

Highlight

Aku belajar sendiri, aku menghayati sendiri, aku mengaplikasikan yang dari teater itu sendiri.

Cheslea Islan
Chelsea Elizabeth Islan merupakan salah satu aktris Indonesia yang paling ternama saat ini.
Sumber: femina.co.id

Siapa yang tidak mengenal Chelsea Islan? Meski masih terbilang muda, Chelsea sudah sering terlihat di berbagai film layar lebar maupun program televisi. Karirnya yang meroket cepat agaknya disebabkan kemampuan akting Chelsea yang telah diasah sejak kecil. Penasaran dengan kisah Chelsea yang inspiratif? Mari simak bersama Kinibisa!



"Saya ikut kursus futsal, taekwondo, dan gokar. Tampaknya, para perempuan di keluarga saya berjiwa laki-laki. Ibu saya misalnya, suka mendaki gunung."

Chelsea Kecil yang Sudah Kenal Akting
 

Chelsea Islan lahir pada 2 Juni 1995 di Washington D.C, Amerika Serikat. Sejak kecil, perempuan bernama lengkap Chelsea Elizabeth Islan ini rupanya telah akrab dengan dunia akting. Bahkan, wajahnya sudah wara-wiri di layar kaca untuk membintangi berbagai iklan sejak ia bayi.

Saat masih bayi, Chelsea telah membintangi iklan sebuah produk susu formula. Setelahnya, ia semakin sering muncul di televisi karena membintangi berbagai iklan. Selain menjadi bintang iklan, Chelsea juga menghabiskan masa kecilnya dalam dunia teater yang dijalaninya seiringan dengan kegiatan-kegiatan sekolah.

Ketika masih duduk di bangku sekolah, Chelsea memang banyak menghabiskan waktunya dengan menggeluti dunia teater. Setidaknya ia menekuni bidang itu selama hampir satu dekade yaitu sejak kelas 1 SD hingga kelas 1 SMA. Tak heran, kemampuan akting Chelsea saat dewasa mampu mengundang perhatian banyak khalayak.

chelsea kecil
Sosok Chelsea Islan ketika kecil.
Sumber: cdninstagram.com

Saat itu, ia juga kerap tampil dalam pementasan teater di sekolahnya, Mentari International School Jakarta. Ketika duduk di bangku kelas 6 SD, Chelsea menjalani debut teaternya saat mendapat peran dalam pertunjukan yang berlatar mitologi Yunani. “Tiap tahun, sekolah menggelar annual show. Saya terlibat dalam pertunjukan,” kata Chelsea kepada Bintang[1].

Meski mempunyai kemampuan akting yang mumpuni sejak kecil, Chelsea tidak sekali pun beradu peran dalam tayangan sinetron. Padahal, banyak kita lihat artis-artis cilik yang memulai kariernya melalui sinetron. “Mama menghargai keputusan saya untuk tidak terlibat di sinetron. Saya bahagia bersekolah, main teater, dan bintang iklan,” kata Chelsea.

baca juga: kisah inspiratif Agnez Mo

Di luar kegiatannya menekuni seni peran, rupanya Chelsea juga sempat mengikuti beberapa kursus yang kurang populer bagi anak-anak perempuan. Akibatnya, ia sering menjadi satu-satunya murid perempuan di antara murid laki-laki dalam berbagai kursus yang diikutinya. “Saya ikut kursus futsal, taekwondo, dan gokar. Tampaknya, para perempuan di keluarga saya berjiwa laki-laki. Ibu saya misalnya, suka mendaki gunung,” katanya.

Meski begitu, Chelsea kecil juga mengikuti kursus-kursus yang terkesan feminism seperti balet dan paduan suara. Namun, kedua kursus itu tak dilakoninya dalam waktu lama. Sebab, ia merasa tidak tertarik dalam bidang itu. “Ikut balet dua tahun dari TK A, TK B, sampai kelas 1 SD, tapi enggak betah karena terlalu gemulai,” kata Chelsea sambil tertawa.

Karier Chelsea yang Meroket
 

refrain
Salah satu adegan dalam film Refrain yang dibintangi oleh Chelsea Islan.
Sumber: klimg.com

Pengalaman Chelsea dalam membintangi iklan dan menekuni dunia teater membuka pintu baginya untuk berperang dalam film layar lebar. Nama Chelsea mulai melambung saat ia membintangi film Refrain. Dalam film yang dibintangi pula oleh Afgansyah Reza dan Maudy Ayunda itu, Chelsea berperan sebagai seorang gadi bernama Annalise. Melalui film ini, ia dipuji karena dapat menunjukkan ekspresi-ekspresi yang menguatkan perannya.

Meski begitu, Chelsea mempunyai kisah tersendiri dalam proses produksi film yang dirilis pada 2013 tersebut. Ia menyebut dirinya baru mengikuti casting dua hari sebelum shooting dimulai. Akibatnya, ia harus menyiapkan diri dalam waktu singkat dan secara otodidak. “Aku belajar sendiri, aku menghayati sendiri, aku mengaplikasikan yang dari teater itu sendiri,” kata Chelsea kepada Kapanlagi[2]. Berkat film itu, nama Chelsea pun mulai dikenal dalam dunia hiburan Indonesia.

Setelah itu, Chelsea pun membintangi video klip lagu milik grup NOAH  yang berjudul ‘Tak Lagi Sama’. Dalam video itu, Chelsea ditantang untuk melakoni agenda mesra bersama vokalis NOAH yang karismatik, Ariel. Chelsea pun mengaku sempat gugup dan canggung untuk menjalani adegan itu.  "Awalnya deg-degan sih. Aku deg-degannya paling supaya bisa tampil lebih bagus, dan menemukan chemistry-nya. Karena ini kan bercerita, tentang pasangan,” katanya kepada Detik[3].

Meski begitu, ia merasa bangga dapat membintangi video klip salah satu grup band terbesar di Indonesia itu. Menurutnya, hal itu dapat membuat namanya semakin dikenal masyarakat. “Pertama tersanjung juga bisa akting bareng dengan mereka yang namanya sudah besar. Kedua juga jadi portfolio tambahan dan pengalaman untuk akting ke depan,” katanya.

penghargaan
Chelsea Islan ketika memenangkan penghargaan Indonesian Choice Awards yang diselenggarakan oleh Net TV. 
Sumber:
beepdo.com

Benar saja, setelah membintangi video klip tersebut karier Chelsea langung meroket. Pada 2014, ia membintangi sebuah sitkom berjudul Tetangga Masa Gitu? yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta. Di sana, Chelsea berkesempatan beradu peran dengan aktor dan aktris berpengalaman seperti Dwi Sasono dan Sophia Latjuba. Sitkom ini mampu bertahan dalam waktu yang cukup lama hingga 2017.

Pada 2014 pula, Chelsea membintangi dua buah film layar lebar yaitu Street Society dan Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar. Chelsea menuturkan film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dollar adalah film yang memotivasinya untuk terus berkarya. “Saat main film itu energinya Merry Riana seakan-akan ada di dalam aku, energi suksesnya membuat aku harus termotivasi, harus struggle, harus berjuang untuk hidup,” kata Chelsea kepada Hitsss.[4]

Setahun setelahnya, Chelsea membintangi film Dibalik 98  yang mengisahkan perjuangan mahasiswa dalam peristiwa runtuhnya Pemerintahan Orde Baru pada Mei 98. Dalam film yang disutradai oleh Lukman Sardi ini, Chelsea berperan sebagai seorang mahasiswi aktivis yang berasal dari keluarga tentara. Saat itu, ia beradu akting dengan aktor muda lainnya, Boy William.

Demi mendalami perannya, Chelsea banyak belajar mengenai peristiwa Mei 98. “Pastinya baca tentang sejarah. Harus semuanya, dari baca beberapa buku dan internet, video jaman dulu,” katanya dikutip dari Wow Keren.[5]Ia juga menemui beberapa eks demonstran dan aktivis 98 serta belajar berorasi demi menjiwai karakter seorang aktivis.

Hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Totalitas Chelsea dalam film Dibalik 98 mengantarkannya pada penghargaan Actress of The Year  versi Indonesian Choice Awards 2015. Selain itu, namanya juga tercatat sebagai nominasi dalam beberapa penghargaan seperti Festival Film Indonesia, Indonesian Movie Awards, dan Indonesian Box Office Movie Awards. Pada 2015, Chelsea juga membintangi dua film lainnya yaitu Guru Bangsa: Tjokroaminoto dan Love You.. Love You Not.

Pada 2016, Chelsea membintangi film Rudy Habibie yang merupakan prekuel dari film Habibie & Ainun. Ia mengaku film ini adalah film tersulit baginya karena ia mesti belajar Bahasa Jerman hingga fasih serta mendalami peran Ilona Ianovska, gadis blasteran Jerman-Polandia. “Saya tiga minggu sampai sebulan untuk pelajari karakter Ilona, untuk pendalaman karakter. Saya belajar bahasa Jerman juga dari coaching-nya,” kata Chelsea kepada Bintang.[6]

Lewat film tersebut, Chelsea berhasil memperoleh penghargaan Pemeran Utama Wanita Terpuji versi Festival Film Bandung serta Pemeran Utama Wanita Terbaik versi Indonesian Box Office Movie Awards. Selain itu, ia juga meraih penghargaan Pemeran Pendukung Wanita Terfavorit versi Indonesian Choice Awards dan Aktris Pendukung Terpilih versi Piala Maya. Kedua penghargaan itu didapat melalui film 3 Srikandi yang juga ia bintangi bersama Tara Basro, Bunga Citra Lestari, dan Reza Rahadian.

Tahun 2016 agaknya menjadi tahun yang membahagiakan bagi Chelsea Islan. Selain empat penghargaan yang diraihnya, Chelsea juga mencatatkan dirinya sebagai nominasi dalam beberapa ajang penghargaan film Indonesia. Pada tahun itu pula, Chelsea membintangi empat buah film yaitu Dibalik 98, 3 Srikandi, Headshot, dan Pinky Promise. Hingga artikel ini dibuat, 2016 tercatat sebagai masa paling produktif bagi Chelsea dalam membintangi film layar lebar.

Gemar Berbagi
 

love pink
Chelsea Islan mempunyai ketertarikan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan sosial. Salah satunya adalah Love Pink yang merupakan sebuah kegiatan sosial yang peduli pada penderita kanker payudara.
Sumber: aktual.com

Karier Chelsea yang terus meroket tinggi meski masih berusia muda rupanya tidak membuatnya tinggi hati. Sebagai aktris muda, Chelsea kerap terlihat mengikuti berbagai kegiatan sosial. Menurutnya, setiap manusia harus mempunyai arti bagi manusia lain. Sebab, manusia adalah makhluk sosial yang tak dapat hidup sendiri. “Bentuk sosial itu tidak harus selalu ada waktu atau tidak, kita harus membuat waktu untuk berbagi. We make time to spread happiness,” kata Chelsea kepada Liputan 6.[7]

Chelsea mengatakan orang tuanya adalah sosok yang menginspirasinya untuk melakukan kegiatan sosial. Tak heran, Chelsea merasa senang apabila diundang untuk mengisi kegiatan-kegiatan sosial. “Aku seneng banget berbagi karena aku diajari untuk kita berbagi. Do something, kamu harus berbuat sesuatu untuk orang orang di sekiling kamu. Jangan hidup untuk diri sendiri,” katanya.

Salah satu kegiatan sosial yang ia geluti adalah dengan menjadi duta gerakan Love Pink, sebuah organisasi yang peduli pada penderita kanker payudara. Aktivitas Chelsea dalam gerakan ini rupanya terinspirasi dari ibunya yang pernah menderita kanker payudara. “Mama saya terdiagnosis kanker payudara dan salah satu survivor. Jadi, tak hanya Love Pink, saya juga aktif di Yayasan Kanker, yang khusus membantu anak-anak penderita kanker,” kata Chelsea kepada Femina.[8]

Selain kanker payudara, bidang lain yang menarik perhatian Chelsea adalah pendidikan. Perempuan bertinggi 167 cm ini mengaku ingin mendapat kesempatan mengajar, khususnya mengajar di Papua. “Jujur saya pengen banget sih kalau dikasih kesempatan buat ngajar. Kalau untuk ngajar sih, saya ingin ngajar Bahasa Inggris untuk anak Papua,” katanya dikutip dari Bintang.[9]

Di samping itu, Chelsea juga suka berbagi inspirasi lewat media sosial. Melalui tagar #SenimanMudaBerkarya yang diciptakannya, Chelsea ingin mengajak jutaan anak muda Indonesia untuk berani berkarya dan berkontribusi untuk Indonesia. Chelsea berpesan bagi anak-anak muda untuk melihat tantangan sebagai sebuah kesempatan. “Aku percaya saat kita jatuh, akan ada momen dimana kita akan bangkit lagi, pasti,” katanya.

Cerita Chelsea dalam menggapai cita-citanya tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Ketekunan Chelsea dalam mendalami seni peran sejak SD dapat menjadi contoh bahwa masa depan harus dipersiapkan sejak dini. Chelsea juga mengajarkan kita akan pentingnya berbagi dengan sesame apabila kita telah sukses nanti. Kunjungi terus Kinibisa untuk baca kisah-kisah inspiratif lainnya!


[1] http://www.tabloidbintang.com/articles/berita/polah/12868-waktu-kecil-chelsea-islan-ikut-futsal-go-kart-dan-taekwondo 
[2] https://www.youtube.com/watch?v=hRu4xMjo-0Q
[3] https://hot.detik.com/celeb/2303793/pengalaman-chelsea-elizabeth-islan-dipeluk-ariel
[4] https://www.hitsss.com/chelsea-islan-dan-kisah-di-balik-tagar-senimanmudaberkarya/
[5] http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00051215.html
[6] http://www.bintang.com/celeb/read/2540477/perjuangan-chelsea-islan-jadi-kekasih-habibie-di-rudy-habibie
[7] http://showbiz.liputan6.com/read/3019579/sejak-kecil-chelsea-islan-dididik-orangtua-untuk-berbagi
[8] http://www.femina.co.id/celebrity/elsea-islan-tertarik-aktivitas-sosial
[9] http://www.bintang.com/photo/read/2971620/chelsea-islan-berharap-dikasih-kesempatan-ngajar-di-papua