span 1 span 2 span 2

Inspirasi

Della Dartyan: Model yang Cinta Traveling
Oleh : Halimah Nusyirwan
26 Juli 2018

Highlight

Dunia ini masih luas untuk dipelajari dan untuk kita bertualang di dalamnya.

Della Dartyan, traveller yang berprofesi sebagai model,aktris, dan presenter.
Della Dartyan, traveller yang berprofesi sebagai model,aktris, dan presenter.
Sumber: instagram.com

Bagi kalian yang sudah menonton film Love for Sale pasti kenal dengan perempuan yang memerankan karakter Arini ini. Dikenal dengan hobi traveling dan kariernya sebagai host dan model, rupanya Della menyimpan cerita dan perjalanan sendiri yang menarik untuk diketahui. Seperti apa kisah inspiratif seorang Della Dartyan mengenai perjalanan kariernya di dunia entertainment dan juga kegiatan lainnya? Simak kisahnya bersama Kinibisa!



"Dimulai dari mimpi yang kecil menjadi mimpi yang besar kan kenapa enggak."

Gadis Tomboi yang Terjun Ke Dunia Modelling
 

Sosok Della Dartyan
Sosok Della Dartyan
Sumber: instagram.com

Della Dartyan merupakan model, aktris, presenter, dan traveller asal Indonesia yang kini mulai dikenal masyarakat dengan bakatnya di dunia entertainment. Lahir dan tinggal di Yogyakarta ketika kecil, Della mengaku bahwa dulunya ia merupakan sosok anak yang tomboi ketika masih duduk di bangku sekolah.

Sifat cuek dan penampilannya dengan rambut pendek dan cepak ternyata sempat membuat sang ibu khawatir jika Della akan tumbuh menjadi perempuan yang terlalu tomboi. Akhirnya dengan alasan itu lah, sang ibu mendaftarkan Della ke sekolah modelling sejak ia SD.

“Jadi aku waktu itu kecil di Jogja. Mama itu mungkin karena takut anaknya terlalu tomboi, jadi dimasukin ke sekolah modelling dari kecil. Waktu aku SD di Jogja, aku sempat masuk sekolah modelling sampe di Bali masih diterusin. Jadi waktu SMA itu aku part time-nya modelling waktu di Bali” ujar Della saat diwawancara langsung oleh tim Kinibisa di kawasan Jakarta Selatan (20/07/2018).

baca juga: kisah inspiratif Kevin Liliana

Dara keturunan Jawa-Sunda ini mulai aktif di dunia modelling ketika ia pindah dan tinggal di Bali. Della juga bergabung dengan agensi model untuk mendapatkan uang jajan tambahan disela-sela kesibukannya sebagai siswi SMA. Setelah ia lulus SMA, Della akhirnya pindah ke Jakarta karena sang Ayah yang dipindah tugaskan ke sana dan juga untuk meneruskan karier serta pendidikan Della di Universitas Sahid dengan jurusan Public Relation.

Menjadi model bukanlah profesi yang Della cita-citakan. Pada awalnya ia bermimpi untuk menjadi pramugari dan hal ini disebabkan oleh banyak anggota keluarganya, seperti om, tante, dan sepupunya yang berprofesi sebagai pramugari dan pramugara. Bahkan sang Ayah juga bekerja di bagian kargo dan hal ini yang menjadi motivasi Della untuk berkarier di dunia penerbangan seperti keluarganya tersebut. Namun sayang, Della tidak bisa mewujudkan impiannya dikarenakan alasan kesehatan.

“Aku tuh cita-citanya mau jadi pramugari waktu itu. Soalnya tanteku pramugari. Om aku juga pramugara kan. Papa juga kerjanya di bagian kargo, istilahnya pesawat lah. Jadi dari dulu pengen jadi pramugari. Sebenernya lulus SMA ke Jakarta tuh pengen masuk pramugari. Udah daftar tapi gabisa karena aku skoliosis, tulang belakang bengkok, jadi aku gabisa” ungkap Della.

Puteri Indonesia 2013
 

Della dulu pernah menjadi finalis Puteri Indonesia 2013 sebagai perwakilan Banten.
Della dulu pernah menjadi finalis Puteri Indonesia 2013 sebagai perwakilan Banten.
Sumber: sisidunia.com

Awal mula kemunculan Della di dunia entertainment adalah ketika ia bergabung menjadi salah satu finalis Puteri Indonesia 2013 yang mewakili daerah Banten. Keikutsertaannya di ajang beauty pageant ini rupanya bukanlah kemauan Della sendiri. Kala itu, sahabatnya yang merupakan designer dari tim Puteri Indonesia mengajak Della untuk mengisi posisi Banten yang masih kosong. Della yang tercatat sebagai warga Banten di KTP-nya tersebut akhirnya menyanggupi permintaan sahabatnya. Della mengaku bahwa ia tidak sempat mempersiapkan apa-apa dan hanya bergantung pada bantuan sahabatnya itu dikarenakan waktu yang tersisa tidaklah banyak.

“Jadi aku punya sahabat itu Anaz Khairunnas. Dia itu designer-nya Puteri Indonesia sampe sekarang juga masih. Dia sahabat baikku. Sebenernya itu karena kayak..waktu itu Banten masih kosong dan aku kebetulan KTP-nya Banten karena emang tinggal di Tanggerang-kan. Terus habis itu si Anaz bilang ‘Del ikut dong Puteri Indonesia’” ucap perempuan yang merupakan anak tunggal ini.

baca juga: kisah inspiratif Raffi Ahmad

Hal yang menjadi motivasinya dalam acara ini adalah keinginannya untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman berharga yang tentunya akan bermanfaat untuk diri dan kariernya ke depan.

“Kalau ditanya soal passion dan keinginan, sebenarnya bukan keinginanku untuk jadi Puteri Indonesia. Aku cuma pengen dapat pengalaman aja. Maksudnya ya siapa sih yang nggak mau jadi finalis Puteri Indonesia kan? Nah pengalamannya itu luar biasa juga kenal dengan puteri lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia dan banyak banget pelajaran yang aku ambil waktu menjadi Puteri Indonesia waktu itu,” ujarnya.  

Berkompetisi di ajang tersebut tentu memberikan tantangan tersendiri untuk Della. Ia mengatakan bahwa persaingan di ajang tersebut sangat keras dan terasa. Akan tetapi, Della tidak menyerah dan terus menjalaninya dengan sikap santai.

Traveling dan My Trip My Adventure
 

Della bersama rekan-rekan tim My Trip My Adventure.
Della bersama rekan-rekan tim My Trip My Adventure.
Sumber: instagram.com

Setelah menyelesaikan penampilannya di ajang Puteri Indonesia 2013, Della memutuskan untuk istirahat sejenak dan memusatkan fokusnya pada pendidikan. Kesibukannya pun akhirnya ia isi dengan aktivitas dan kegiatan kuliah seperti mahasiswi pada umumnya. Namun, saat itu ia akhirnya mendapatkan tawaran baru yang membuatnya kembali ke dunia entertainment, lebih tepatnya sebagai host TV untuk suatu acara traveling di salah satu stasiun TV swasta.

Keputusannya untuk menerima tawaran tersebut rupanya bukan didasari keinginannya untuk menjajaki dunia presenter. Della mengatakan bahwa ia tertarik dengan tawaran tersebut dikarenakan tema acaranya yang mengusung tema travelling. Hal ini tentu menjadi kesempatan besar yang tak ingin Della lewatkan sebagai seorang traveller.

“Jadi waktu aku ditawarin untuk jadi host My Trip My Adventure waktu itu di dalam pikiranku pertama kali ya aku bisa jalan-jalan keliling Indonesia. Aku bisa kembali ke “rumah”ku, alam semesta ini. Jadi ya aku seneng aja gitu. Untuk menjadi seorang presenter itu adalah bonus buat aku,” tuturnya.

Kecintaannya pada dunia traveling bukanlah tanpa alasan. Della merasa banyak mendapatkan filosofi hidup melalui traveling. Ia mengaku belajar untuk lebih bersyukur dan belajar pengalaman berharga mengenai kehidupan ketika mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Della pun juga menyukai aktivitas mendaki gunung karena menurutnya di gunung lah ia bisa merefleksikan dirinya.

“Aku bisa merefleksikan diriku sendiri tuh di gunung. Aku bisa meditasi. Aku tahu kapasitas diriku di gunung, sewaktu aku mendaki gunung. Karena disitu kan kita udah limit banget kan. Kita udah bener-bener lelah, atau capek, atau segalanya. Waktu kita mendaki tuh semua ada disitu dan disitu gimana kita tinggal ikhlas dan pasrah sama Allah, sama Tuhan. Disitu kayak kadang ada rasa ‘Aku harus berjuang nih’ ‘Aku harus bertekad nih’ sampai ke puncak,” ujarnya

“Kalau aku bisa ngambil sebuah filosofi yang aku dapatkan di gunung, misalnya waktu aku mau summit, puncak gunung itu udah terlihat nih oleh mata kita kan. Keliatan banget tuh puncaknya. Sama aja kayak mimpi kita. Kalau kita punya impian, pasti impian itu ada diatas kepala kita. Tapi kalau kita tidak bisa berusaha, selangkah demi selangkah, mencoba naik untuk ke atas puncak itu, kita nggak akan pernah meraih mimpi,” lanjut perempuan cantik ini.

Perempuan yang memang sudah familier dengan traveling sejak kecil ini bercerita bahwa gunung pertama yang ia daki adalah Gunung Merbabu. Ia paling menyukai gunung ini karena gunung tersebut merupakan gunung pertama yang ia daki yang juga menjadi titik balik hidup seorang Della.

Della mempunyai impian terbesar yaitu pergi ke Nepal dan menapakkan kakinya di Gunung Everest yang kini sudah mulai ia rencanakan serta ia siapkan dari sekarang.

“Everest itu kayak kalau misalnya buat para pendaki ya itu kayak naik Haji. Jadi untuk sampai ke kaki gunung Everest aja udah bahagia sih buat saya,” ungkap Della yang sudah pernah mendaki Gunung Merapi, Semeru, Gede, dan Prau ini.

Aktif Dalam Kegiatan Lingkungan
 

Della mendukung campaign #zerowastejourney saat mendaki di Gunung Mahameru.
Della mendukung campaign #zerowastejourney saat mendaki di Gunung Mahameru.
Sumber: instagram.com

Menjadi seorang petualang dan pencinta alam tentu membentuk sosok Della menjadi seseorang yang sangat peduli dengan keadaan lingkungannya. Ia dikenal sebagai orang yang aktif menyuarakan pengurangan pemakaian plastik.

Hal ini menjadi perhatian terbesarnya dikarenakan pengalaman-pengalamannya ketika berkunjung ke berbagai tempat wisata. Menurutnya, penggunaan plastik yang berlebihan dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka membuang sampah tersebut sudah menjadi masalah utama yang susah untuk diatasi. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah tidak mungkin untuk diatasi bagi seorang Della.

“Misalnya kalau saya pergi trip mau ke air terjun lah, mau ke pantai lah, mau ke tempat-tempat wisata, pasti ada banyak banget sampah dimana-mana. Masyarakat Indonesia pada khususnya, sampah itu akan menjadi masalah utama yang nggak akan pernah ada habisnya. Karena udah jadi habbit kita untuk buang sampah sembarangan. Kenapa nggak dari sekarang kita ngerubah pola habbit itu walaupun susah sih. At least dibawa sampahnya sendiri, jangan mengotori gitu karena plastik itu kan akan lama untuk di uraikan,” tutur Della.

Kegiatannya ketika mendaki gunung Semeru baru-baru ini juga diisi dengan kampanye yang berbunyi #zerowastejourney, yaitu kampanye untuk mengajak masyarakat agar bisa traveling tanpa menghasilkan sampah sama sekali.

Hal lainnya yang menjadi perhatian Della adalah penggunaan tisu. Penggunaan tisu basah dapat membawa dampak buruk bagi lingkungan. Della mengatakan bahwa tisu basah merupakan barang yang susah atau memakan waktu yang sangat lama untuk dapat terurai. Hal ini menjadi salah satu agenda yang ia lakukan juga ketika mendaki gunung Semeru baru-baru ini.

“Kalau tisu kering gapapa. Tisu kering itu bisa terurai. Misalnya kena hujan dia akan cepat terurai tapi tisu basah itu akan lama. Lama sekali,” ucapnya.

Della juga bercerita mengenai pengalamannya melihat gunung Semeru yang menurutnya merupakan gunung paling bersih yang pernah ia lihat.

baca juga: kisah inspiratif Meiske Demitria Wahyu

“Semeru itu sebenernya gunung yang paling bersih yang pernah saya lihat. Dan disana itu kebetulan kemarin karena kita kerja sama untuk #zerowastejourney ini kita kerja sama sama KKN di sana. Masyarakat di Ranu Pani itu punya perkumpulan penggalang sampah di gunung. Jadi dana-dana yang misalnya mereka dapat berapa nih dari sampahnya, nanti di jual, nah uangnya itu dipakai untuk ngebayar orang-orang yang mungutin sampah di gunung,” katanya.

Faktor lain yang membuat Della sangat menyukai alam dan lingkungan adalah faktor didikan kedua orang tuanya. Pembelajaran yang orang tuanya berikan sedari Della kecil mengajarkannya untuk menghargai alam dengan baik. Della pun kini selalu merasa mendapatkan energi positif ketika ia bepergian ke alam.

“Mungkin karena dari kecil ya. Dari kecil saya emang dididik orang tua saya kalau berekreasi ya dengan alam semesta ini. Jadi untuk saya alam semesta ini kayak mood booster buat saya,” ucapnya.

Love for Sale (2018)
 

Love For Sale merupakan film perdana Della di industri layar lebar Indonesia.
Love For Sale, film perdana Della di industri layar lebar Indonesia.
Sumber: tstatic.net

Debut perdananya di dunia perfilman ditandai ketika Della menjadi pemeran Arini di film Love for Sale. Film tersebut mendapatkan apresiasi besar dari pecinta film Indonesia untuk aktingnya yang mengesankan. Awal mula ia bisa bergabung di proyek ini dikarenakan Della sudah kenal dengan orang-orang Visinema ketika ia bekerja sama dengan mereka sekitar dua tahun yang lalu. Della juga sudah bergabung di sebuah sekolah teater yang ternyata sering bekerja sama dengan Visinema. Della pun berbagi cerita bagaimana ia bisa bergabung di produksi film ini.

“Tiba-tiba mereka nawarin ‘Della kita ada produksi baru nih, kamu bisa casting nggak?’ terus ‘Oh yaudah’ akhirnya aku casting terus aku baca. Ceritanya tuh menarik banget yah, kayak unik aja gitu loh. Dan katanya mereka sih emang pengennya orang yang baru karena memang sosok Arini ini kan sangat misterius gitu jadi mereka pengennya yang bener-bener new comer gitu,” kata Della.

Perempuan yang memang menyukai dunia teater ini bercerita bahwa proses syuting yang dijalani tentu memiliki tantangan tersendiri mengingat ini sebagai film layar lebar pertamanya dan terlebih lagi film ini masuk dalam kategori film dewasa. Della juga mengakui bahwa banyak persepsi mengenai dunia film yang nyatanya berbeda dengan apa yang selama ini orang-orang katakan. Della justru mendapatkan banyak pelajaran serta pengalaman berharga yang ia peroleh selama proses syuting tersebut.

“Itu kan sebenernya film konotasi film dewasa ya. Itu tantangan terbesarnya sih. Karena kalau boleh jujur kan karakter Arini dalam film itu jauh berbanding terbalik sama karakter saya aslinya kan. Aduh itu kayak langit dan bumi deh. Ya nggak bisa dipungkiri itu tantangan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi seorang yang berbeda. Untuk menjadi di luar karakter Della ini,” ungkap Della.

Ketika film ini rilis, respons yang didapatkan rupanya tidak seperti yang Della bayangkan sebelumnya. Ia berpikir bahwa filmnya ini akan mendapatkan respons yang kurang menyenangkan, apalagi film ini memiliki konteks dewasa. Akan tetapi hampir seluruh penonton film ini menyukai film tersebut dan bahkan memuji totalitas akting Della sebagai karakter Arini.

Della juga bercerita bahwa dia sampai sudah bersiap-siap untuk menghadapi bermacam-macam komentar yang akan ditujukan padanya. Dia juga sudah meminta izin pada kedua orang tuanya yang sangat mendukung dan mengerti pekerjaannya tersebut.

“Orang tua kan udah nge-backing-in banget nih. Jadi kayak yaudahlah bodo amat orang mau bilang apa. Tapi ternyata responnya positif banget. Aku kayak kaget. Aku kira bakal di komen atau apa ternyata nggak,” ungkap pencinta film Indie ini.

Traveller yang ingin suatu hari dapat beradu akting dengan Titi Rajo Bintang dan Nicholas Saputra ini merupakan seseorang yang mengidolakan tokoh Soe Hok Gie yang telah menginspirasi dirinya untuk mengunjungi gunung Mahameru yang telah menjadi pencapaian terbesarnya saat ini. Della sendiri memiliki prinsip untuk terus melangkah lebih jauh lagi untuk meraih mimpi yang lebih besar.

“Saya ingin melangkah lebih jauh lagi. Saya udah berkeliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke, kenapa nggak saya berkeliling dunia. Itu mungkin salah satu mimpi terbesar saya. Mungkin dimulai dari negeri impian saya dulu, Nepal. Saya pengen banget mungkin di Nepal menghabiskan satu bulan di sana. Mempelajari budayanya dan mendapatkan klimaks saya sendiri dengan mendaki kaki Gunung Everest dan yah..we never know..mungkin saya bisa membuat jurnal harian dan membuat buku, nggak akan ada yang tahu. Dimulai dari mimpi yang kecil menjadi mimpi yang besar kan kenapa nggak,” tuturnya.

Harapan dan Pesan Seorang Della Dartyan
 

Della Dartyan
Della Dartyan
Sumber: instagram.com

Banyak pesan yang Della ingin sampaikan ke generasi muda di Indonesia. Della menekankan bahwa masa muda jangan disia-siakan. Karena menurutnya, dunia yang kita tinggali ini masih luas dan banyak hal-hal yang dapat dipelajari di sana.

“Mumpung masih muda..balik lagi..kejarlah mimpimu selagi bisa. Jangan cuma bisanya nongkrong, main gadget, main Instagram, tapi nggak ngapa-ngapain. Dunia ini masih luas untuk dipelajari dan untuk kita bertualang di dalamnya. Kenapa nggak? Apa salahnya untuk kita menjelajahi isi dunia dan belajarlah dari sana,” ucap Della.

Ia juga berpesan bahwa orang tua merupakan hal penting yang harus diutamakan. Karena untuk seorang Della, meskipun ia sangat mencintai traveling, namun ia akan kembali pulang ke rumah dan rumah bagi Della adalah orang tuanya.

baca juga: kisah inspiratif Gandhi Fernando

“Setiap saya traveling ke mana pun, pasti ujung-ujungnya akan pulang dan pulangnya ke orang tua, ke rumah. Segala hal di dunia saya nggak akan ada artinya kalau orang tua saya nggak bahagia,” ujar anak tunggal ini.

Ia juga menyampaikan harapannya untuk Indonesia terkait dengan pendidikan di berbagai daerah yang menjadi perhatiannya.

“Saya sih seneng banget waktu kemarin ada temen saya yang punya organisasi jadi kayak traveling sekaligus edukasi ke sekolah-sekolah terpencil, yang seperti itu lah yang akan diperbanyak jadi istilahnya kita bisa traveling sekaligus membantu, sekaligus bisa menjadi guru di sana. At least membahagiakan mereka lah walaupun sebentar,” tutupnya.


Sosok Della Dartyan dapat menginspirasi generasi muda saat ini. Terlebih lagi dengan cerita perjalanannya dalam meraih impiannya tersebut, anak-anak muda dapat mencari jati diri mereka dan belajar untuk terus meraih mimpi sebelum masa muda habis. Kepeduliannya pada lingkungan juga mengajarkan kita bahwa kita bertanggung jawab pada alam tempat kita berpijak ini. Simak kisah inspiratif lainnya di Kinibisa!