span 1 span 2 span 2

Project Management

5 Cara Menjual Dirimu saat Interview
Oleh: Doni Rahman
Dibaca Normal: 3 menit

Cara menjual dirimu saat interviewSumber: executiveone.co.nz

Hal terpenting dari sebuah interview adalah bagaimana pelamar kerja menceritakan hal-hal yang terbaik dari dirinya agar menarik perhatian perusahaan tersebut. maka dari itu, penting untuk “menjual dirimu” saat menjalani wawancara dengan pihak HRD perusahaan yang kamu lamar. Bagaimana tips dan triknya? Yuk kita simak!

1. Ceritakan pribadimu yang berpotensi (jangan merepetisi isi resume)
 

Ceritakan pribadimu yang berpotensi (jangan merepetisi isi resume)
Sumber: static2.uk.businessinsider.com

Dalam menceritakan tentang diri, ungkapkan cerita-cerita yang mengandung potensi dirimu. Sebelum memulai wawancara, persiapkan beberapa prestasimu di dunia kerja yang terkait dengan tempat kerja yang kamu lamar. Jangan sampai kamu hanya mengulang isi resume atau CV yang telah kamu berikan, karena pihak HRD telah mengetahui apa yang telah tertulis di CV kamu. Kecuali memang pihak HRD yang meminta untuk dijelaskan.

2. Ceritakan prestasimu (akademik dan profesional)
 

Ceritakan prestasimu (akademik dan profesional)Sumber: cdn0.tnwcdn.com

Saat pihak perusahaan menanyakan “coba ceritakan tentang dirimu”, jangan terjebak dan menceritakan kehidupan pribadi kamu yang tidak berhubungan sama sekali dengan kepentingan pekerjaan. Ceritakan prestasi-prestasi yang pernah kamu raih baik secara akademis ataupun kegiatan profesional. Prestasi akademis yang bisa diceritakan seperti tugas akhir atau skripsi yang kamu buat, atau tugs kuliah yang paling berpengaruh untuk posisi yang kamu lamar.

Dalam bidang profesional, ceritakan kegiatan-kegiatan pekerjaan diluar pendidikan yang berhubungan dengan lingkungan kerja yang kamu lamar. Misalkan kamu melamar sebagai event planner, maka ceritakan pengalaman kamu dalam mengelola sebuah acara dan bagaimana tanggapan orang-orang terhadap acaramu. Jangan rencanakan semua yang akan kamu ucapkan kata per kata, karena berisiko besar kamu akan lupa dengan yang kamu hapalkan.

3. Gunakan kutipan dari orang lain dalam menjelaskan dirimu
 

Gunakan kutipan dari orang lain dalam menjelaskan dirimuSumber: st.depositphotos.com

Dalam menceritakan semua pengalaman dan prestasimu, tips agar kamu tidak terlihat terlalu membanggakan prestasi yang telah kamu raih adalah menceritakannya dengan mengutip kalimat yang diujarkan orang-orang terdekat, atau atasan di tempat kerja lama kamu. Contohnya seperti “manajer saya di tempat sebelumnya mengatakan kalau saya adalah staf yang baik dan bisa membimbing teman-teman staf lain menuju kelancaran kerja”.

4. Tunjukkan tujuan kariermu
 

Tunjukkan tujuan karirmu
Sumber: aleteiaspanish.files.wordpress.com

Menceritakan tujuan karier berbeda dengan menceritakan tujuan hidup. Jangan ceritakan tujuan hidupmu seperti “ingin punya rumah 5 tahun lagi” atau “ingin punya anak 2 tahun lagi”, tapi ceritakan tujuan karier mu seperti “akan meraih posisi manajer dalam waktu 3 tahun”. Sebisa mungkin, tujuan karier yang disusun bisa sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan yang kamu lamar. Yang paling penting, tunjukkan jika kamu adalah orang yang mempunyai visi jauh kedepan, tidak hanya untuk posisi staf ini.

5. Alasan mengapa kamu tertarik di perusahaan tersebut
 

Alasan mengapa kamu tertarik di perusahaan tersebutSumber: talkroute.com

Hal paling penting adalah menceritakan keterkaitan tujuan kariermu dengan apa yang ditawarkan perusahaan untukmu. Ketika telah menemui kecocokan, pastilah pihak HRD akan merasakan keterikatan dengan kita. Jangan membicarakan gaji atau hanya sekedar ingin mengerjakannya. Ceritakan semuanya secara spesifik, gunakan contoh yang nyata sehingga kamu pun dinilai mempunyai daya observasi yang baik.

Baca juga: Cara Mempengaruhi Tim dalam Pengambilan Keputusan agar Sejalan dengan Pemimpin


Dengan interview yang baik, pihak perusahaan yang kamu lamar akan mempertimbangkan untuk merekrutmu atau setidaknya membawwamu ke tahap selanjutnya. Menjual diri saat wawancara pun menjadi cara yang baik untuk merenggut perhatian perusahaan yang kamu idam-idamkan. Selamat mencoba!


Sumber Referensi

Skilings, Pamela. (2015). “How to Sell Yourself in a Job Interview”. Diakses dari https://biginterview.com/blog/2015/02/how-to-sell-yourself-in-an-interview.html pada tanggal 3 Mei 2015.
Purdy, Charles. (n.d). “How to sell yourself in a job interview”. Diakses dari https://www.monster.com/career-advice/article/sell-yourself-job-interview-hot-jobs pada tanggal 3 Mei 2017.
Episcopo, Eric. (2014). “How to Answer ‘Tell Me About Yourself’ in a Job Interview”. Diakses dari http://theundercoverrecruiter.com/tell-me-about-yourself-dos-donts/ pada tanggal 3 Mei 2017.


0 Comments