span 1 span 2 span 2

Project Management

4 Cara Mendengar yang Baik
Oleh: Doni Rahman
Dibaca Normal: 2 menit

Cara Mendengar yang BaikSumber: cdn-media-1.lifehack.org

Saat dirimu diuji sebuah masalah, tentunya kamu ingin ada seseorang yang mendengarkan keluh kesahmu, kan? Tentunya, banyak tipe pendengar yang pernah kamu hadapi, mulai dari yang sedikit cuek, terbuka dalam mendengarkan ceritamu, atau bahkan terlalu kepo terhadap cerita hidupmu. Berikut untuk kalian yang tiba-tiba menjadi tempat cerita teman atau kerabat yang sedang dirundung duka, ini tips nya.

1. Memperhatikan secara menyeluruh
 

Memperhatikan secara MenyeluruhSumber: pixfeeds.com

Pendengar yang baik akan memperhatikan lawan bicaranya secara menyeluruh dan fokus. Kamu harus menciptakan kontak mata yang baik, dan jangan menyela saat lawan bicaramu sedang berbicara. Biarkan lawan bicaramu berhenti bicara ketika sudah tidak ada lagi yang mampu diceritakan.

Selain itu, fokus berarti tidak terdistraksi terhadap apapun yang terjadi. Misalnya memperhatikan sekitar untuk menunggu sesuatu yang lebih menarik terjadi, atau sibuk dengan gawai mu. Berikan penghargaan atas kepercayaan temanmu memilih kamu sebagai orang yang bisa dipercaya untuk mendengar ceritanya.

2. Menunjukkan bahasa tubuh yang baik
 

Menunjukkan Bahasa Tubuh yang Baik
Sumber: growthfreaks.com

Selain bahasa verbal, bahasa non-verbal juga penting untuk menunjukkan keterlibatan penuh kita terhadap pembicaraan. Pendengar yang baik akan menunjukkan bahasa tubuh yang positif, seperti membungkukkan badan kedepan untuk menunjukkan antusiasme terhadap cerita yang disampaikan dan rileks. Selain itu, bahasa tubuh yang harus dihindari seperti seperti gemetar, bereaksi berlebihan, meyilangkan tangan, dan melemparkan pandangan ke sekitar.

Baca juga: Sikap dan Perilaku saat Interview Kerja

3. Bisa dipercaya
 

Bisa DipercayaSumber: s-i.huffpost.com

Teman kita tentunya telah mempertimbangkan dengan memilih kamu sebagai pendengar ceritanya, apalagi jika cerita yang ia ujarkan termasuk cerita yang menyinggung zona pribadi seperti hubungan asmara atau masalah rumah tangga. Hormati keputusannya yang memilihmu sebagai teman ceritanya dengan tidak membocorkan ceritanya ke siapapun yang lawan bicaramu tidak kehendaki. Untuk apapun itu, rahasia lawan bicaramu adalah hal yang paling penting untuk dijaga, dibanding apapun.

4. Ujarkan pertanyaan yang spesifik
 

Ujarkan Pertanyaan yang SpesifikSumber: cdn.powerofpositivity.com

Bagian dari mendengar secara aktif, tidak hanya menengadahkan telingamu. Tapi tanyakan juga pertanyaan-pertanyaan yang terkait cerita lawan bicaramu untuk menggali informasi jauh lebih dalam. Bisa saja dengan pertanyaanmu, ada sesuatu yang penting tadinya tidak mau ia ceritakan, akhirnya ia mampu luapkan dalam alunan kata-kata. Ingat, jangan terlalu jauh menyentuh zona pribadinya, tentu kamu tidak mau kan dianggap terlalu kepo?

Baca juga: Cara Menjaga Komunikasi dengan Bawahan Anda


Mendengar yang baik tentunya butuh dibiasakan. Lakukan yang terbaik ketika teman-teman terdekatmu memilih kamu sebagai tempat cerita mereka. Jangan sekedar ingin tahu saja terhadap kehidupan mereka, namun berusahalah untuk ikut memecahkan masalah mereka. Selamat mencoba!


Sumber Referensi

Holmes, Lindsay. (2014). “9 Things Good Listeners Do Differently”. Diakses dari http://www.huffingtonpost.com/2014/08/14/habits-of-good-listeners_n_5668590.html pada tanggal 2 Mei 2017.
Sarner, Moya. (2016). “How to be a good listener: the experts' guide “. Diakses dari https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2016/nov/25/how-to-be-a-good-listener-the-experts-guide pada tanggal 2 Mei 2017.
Storkey, Caleb. (2011). “Listening Skills – 11 Steps to Become a Good Listener”. Diakses dari http://calebstorkey.com/listening-skills-11-steps-to-become-a-good-listener/ pada tanggal 2 Mei 2017.


0 Comments