span 1 span 2 span 2

Otomotive

Panduan Membuat SIM C
Oleh: Asti Prasetyawati
Dibaca Normal: 6 menit

panduan membuat sim c
Sumber: klimg.com

Mengendarai sepeda motor untuk menuju kantor atau kampus memang merupakan pilihan yang tepat mengingat bahwa sepeda motor bisa “membelah” kemacetan dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Hanya saja, untuk mengendarai motor kamu membutuhkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) tipe C. Untuk mendapatkan SIM C ini, kamu perlu melewati beberapa persyaratan administrasi dan ujian, baik tertulis maupun praktik, agar dapat dinyatakan lulus kualifikasi oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kualifikasi tersebut meliputi sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Berikut ini adalah beberapa panduan untuk membuat SIM C yang perlu kamu ketahui.

1. Persiapkan berkas administrasi
persiapkan berkas administrasi

Sumber: klimg.com

Untuk membuat SIM C, tidak banyak berkas yang perlu dipersiapkan. Kamu cukup menyiapkan fotocopy KTP dan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter atau pusat pelayanan kesehatan. Jika semua berkas sudah siap, kamu bisa datang langsung ke Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) setempat. Satpas merupakan pihak yang berwenang untuk menerbitkan SIM bagi pengendara kendaraan bermotor.

Di Satpas, kamu bisa menuju loket untuk membeli formulir pendaftaran pembuatan SIM C baru dengan harga Rp 100.000,-. Tidak hanya membeli formulir saja, di loket ini kamu juga akan dikenakan biaya asuransi sebesar Rp 30.000,- per orang. Setelah mengisi formulir dan mengumpulkannya kembali ke loket, kamu harus menunggu hingga nama kamu dipanggil untuk mengikuti ujian.

2. Mengikuti ujian teori dan praktik
mengikuti ujian teori dan praktik
Sumber: beritadaerah.co.id

Tedapat dua jenis ujian yang akan kamu lakukan jika ingin membuat SIM C. Ujian yang pertama merupakan ujian teori, di mana kamu akan diberikan 30 soal pilihan ganda dan diharuskan untuk memperoleh jawaban benar minimal 17 nomor. Isi dari soal tersebut mengenai pengetahuan peraturan perundang-undangan, keterampilan mengemudi, pengetahuan teknik kendaraan bermotor, serta etika dan keselamatan berlalu lintas.

Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan baik, sebaiknya kamu melakukan persiapan terlebih dahulu di rumah. Kamu bisa membaca contoh-contoh soal ujian teori di internet atau belajar dan latihan soal di website Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Persiapan teori ini menjadi penting karena jika kamu tidak lulus ujian teori, maka kamu tidak diperbolehkan mengikuti ujian praktik. Jika gagal, kamu akan diberi waktu 7 sampai 30 hari untuk kembali lagi mengikuti ujian. Pastinya kamu tidak mau gagal di ujian teori ini, bukan?

baca juga: Teknik yang Harus Dipelajari Seorang Pembalap Motor

Setelah lulus ujian teori, kamu akan dipersilakan menuju area ujian praktik di luar ruangan Satpas. Ujian praktik ini berupa tes mengendarai sepeda motor di suatu lintasan tertentu. Lintasan terdiri dari lintasan lurus, memutar berbentuk angka delapan, dan zig zag. Untuk dapat lulus dari ujian ini, kamu tidak boleh menurunkan kaki saat melewati lintasan dan tidak boleh menjatuhkan pembatas jalan yang sudah disusun oleh petugas. Kesabaran dan ketenangan merupakan hal yang diperlukan dalam ujian kali ini. Pasalnya, tidak hanya dinilai oleh petugas Satgas, aksi kamu ini juga akan ditonton oleh peserta lainnya lho.

3. Pembuatan kartu SIM
pembuatan kartu sim

Sumber: tstatic.net

Setelah lulus pada ujian teori dan praktik, kamu akan diminta untuk kembali ke loket untuk proses pembuatan kartu. Di sini, kamu perlu melengkapi data tanda tangan, sidik jari, dan foto. Tidak perlu memakan waktu lama, hanya sekitar 30 menit kartu SIM kamu sudah jadi dan siap untuk diambil.

4. Pembuatan SIM online
pembuatan sim online
Sumber: sim.korlantas.polri.go.id

Jika kamu hanya memiliki sedikit waktu untuk melakukan serangkaian langkah di atas, kamu bisa melakukan registrasi online untuk membuat SIM C. Dengan sistem online ini, kamu tidak perlu pergi mendaftarkan diri ke Satgas di area sesuai domisili KTP. Contohnya, meski KTP kamu berdomisili Jakarta kamu tetap bisa daftar untuk membuat SIM di Surabaya. Kamu bisa registrasi di mana saja melalui mobile phone dengan cara mendaftarkan diri di website resmi Korlantas (http://sim.korlantas.polri.go.id), lalu pilih menu pendaftaran SIM online. Setelah memasukkan data diri, kamu tinggal membayarkan biaya pembuatan SIM via teller atau ATM BRI.

Meskipun menggunakan metode online, kamu tetap diharuskan datang ke gerai Satgas terpilih untuk melakukan identifikasi dan verifikasi data. Setelah itu, kamu juga tetap  mengikuti ujian teori dan praktik seperti biasa di kantor Satgas. Jika lulus, SIM C kamu akan langsung siap dicetak.


Serangkaian berkas, teori, dan praktik ini harus kamu persiapkan dengan baik jika tidak ingin mengulang untuk membuat SIM C. Bila perlu, kamu juga bisa berlatih menaiki motor di lintasan zig zag dan melingkar untuk meningkatkan kelihaian kamu dalam berkendara. Semoga berhasil!


Sumber Referensi

Website Resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia. https://www.polri.go.id/layanan-sim.php  (Diakses pada tanggal 26 Maret 2017).
Website Resmi Korlantas Polri. http://korlantas.polri.go.id/kategori/ (Diakses pada tanggal 26 Maret 2017).
Abadi, R. (2015). Cara Membuat SIM dan Biaya Pengurusannya. https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-sim-dan-biaya-pengurusannya (Diakses pada tanggal 26 Maret 2017).
Dean. (2016). Inilah kelebihan Pembuatan SIM Secara Online. http://www.bukafakta.com/inilah-kelebihan-pembuatan-sim-secara-online/6494/ (Diakses pada tanggal 1 April 2017).


0 Comments