span 1 span 2 span 2

Musik & Kesenian

4 Jenis Kaligrafi Seni yang Perlu Kamu Ketahui
Oleh: Ammar Kanz
Dibaca Normal: 5 menit

Jenis Kaligrafi Seni yang Perlu Kamu Ketahui
Sumber: i.pinimg.com

Kaligrafi merupakan salah satu bentuk seni yang dibuat dengan tulisan tangan. Kata ‘kaligrafi’ sendiri berasal dari bahasa Yunani “Kalli yang artinya indah, serta “graphia yang artinya tulisan. Jadi, kaligrafi merupakan seni membuat tulisan yang indah. Terdapat bermacam jenis kaligrafi yang berasal dari berbagai kebudayaan di seluruh dunia. Berikut adalah 4 jenis kaligrafi seni yang biasanya kamu temukan dan perlu untuk diketahui, antara lain:

1. Kaligrafi Barat
 

Penggunaan kaligrafi Barat pertama kali ditemukan pada naskah-naskah Latin pada tahun 600 SM. Penggunaan lainnya adalah oleh Dinasti Carolingian pada abad ke-8. Kemudian, sejak abad ke-10, kaligrafi menyebar di berbagai penjuru Eropa, dan menjadi lazim dipakai dalam penulisan dokumen-dokumen bisnis resmi. Semenjak ditemukannya percetakan pada abad ke-15, kaligrafi tidak lagi digunakan sebagai bentuk tulisan biasa, namun lebih berfungsi sebagai kesenian. Penggunaannya dapat ditemukan di mana-mana, misalnya dalam logo, desain grafis, lukisan, kartu ucapan, undangan, serta ijazah.

Kaligrafi Barat
Sumber: i.pinimg.com

Kaligrafi Barat memiliki ciri bentuk geometris dan dibuat dengan aturan-aturan yang cukup ketat. Untuk membuat kaligrafi jenis ini, terdapat beberapa alat yang digunakan. Misalnya pena yang diperlukan ialah pena yang berbentuk bulat pada bagian tintanya (flat ball atau round nip), serta pena kuas (brush pen). Selain itu, diperlukan pula tinta berbahan dasar air, kertas atau perkamen, serta pisau kaligrafi. Sebagai alas menulis kaligrafi, kamu dapat gunakan light box, yaitu sebuah papan menulis yang dilengkapi sinar lampu. Fungsinya adalah untuk memproyeksikan pola dari suatu kertas ke kertas lain yang masih polos, sehingga mempermudah ketika kamu hendak menyalin pola tersebut.

2. Kaligrafi Asia Timur
 

Kaligrafi yang termasuk dalam jenis ini ialah gaya kaligrafi China, Jepang, dan Korea. Setiap dinasti di China memiliki gaya kaligrafinya sendiri, contohnya aksara Jiaguwen pada Dinasti Shang. Kemudian, aspek-aspek penting dalam kaligrafi Asia Timur antara lain aksara, tinta, kertas, serta batu tinta sebagai wadah meletakkan tinta. Keempat aspek tersebut dikenal dengan istilah The Four Treasures of The Study di China serta Four Friends of The Study di Korea. Kualitas kaligrafi jenis ini sangat ditentukan oleh ukuran, bentuk, serta kualitas kuas, kekentalan tinta, serta kualitas kertas yang digunakan.

Kaligrafi Asia Timur
Sumber: wikimedia.org

3. Kaligrafi Asia Selatan
 

Kaligrafi India, Nepal, serta Tibet merupakan kaligrafi yang termasuk dalam jenis ini. Kaligrafi yang terkenal dari Nepal ditemukan dalam naskah Ranjana, yang memiliki pengaruh besar pada penulisan naskah-naskah agama Buddha. Sedangkan, kaligrafi Tibet berasal dari naskah-naskah India dan digunakan dalam berbagai macam keperluan, baik religius maupun sekuler.

Kaligrafi India sendiri bermula dari masa pemerintahan Raja Asoka, di mana pada saat itu masih berupa pahatan pada batu. Terdapat dua gaya penulisan kaligrafi ini, yaitu Kharosti dan Brahmi. Aksara Brahmi merupakan aksara tertua di India yang setiap simbolnya mewakili satu huruf atau suku kata, sedangkan Kharosti merupakan pengembangan yang membuat bentuk setiap simbol menjadi lebih sederhana. Alat untuk menulis kaligrafi India ini dapat berupa hasil pembakaran tanah liat, perunggu, maupun kulit pohon.

Kaligrafi Asia Selatan
Sumber: wikimedia.org

4. Kaligrafi Islam
 

Contoh kaligrafi ini dapat ditemukan di dinding-dinding masjid. Kaligrafi Islam telah berkembang sejalan dengan perkembangan agama tersebut serta perkembangan bahasa Arab, dengan masa paling maju pada era Kerajaan Ottoman di Turki. Ciri kaligrafi ini adalah bentuknya yang geometris. Maksudnya, bentuk-bentuk huruf kaligrafi Islam didominasi garis dan lengkung, serta memiliki skala yang jelas antara satu dengan yang lain.

Bagi umat muslim, kaligrafi merupakan suatu ekspresi artistik tertinggi sebab dianggap mewakili dunia spiritual. Kaligrafi Islam yang terkenal antara lain adalah tulisan pada monumen penghormatan raja-raja Achaemenid di Persia, yang dibuat pada tahun 600-500 SM. Huruf-hurufnya berupa lingkaran-lingkaran horizontal, vertikal, dan diagonal. Sedangkan, contoh kaligrafi Islam yang lebih modern adalah yang digunakan pada naskah Nasta’liq dari Persia.

Kaligrafi Islam
Sumber: islamic-arts.org

Baca juga: Aplikasi Terbaik Kaligrafi Digital

Empat jenis kaligrafi tersebut merupakan leluhur dari berbagai kaligrafi yang tersebar di seluruh dunia. Bentuk-bentuk kaligrafi yang kita ketahui sekarang merupakan modifikasi dari keempat jenis tersebut, meskipun kini tidak lagi berfungsi sebagai tulisan resmi. Kaligrafi di masa sekarang lebih banyak digunakan sebagai dekorasi atau hiasan pada berbagai macam desain.  Jika kamu bergerak dalam bidang desain atau kesenian lainnya, kaligrafi akan sangat membantu mempercantik karya-karyamu. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mempelajari keempat kaligrafi kuno di atas sebagai referensi untuk mengembangkan kreativitasmu sendiri dalam membuat kaligrafi.


Sumber Referensi

Anderson, Donald M. (1969). The Art of Written Forms: The Theory and Practice of Calligraphy. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Martin, Judy. (1996). The complete guide to calligraphy: techniques and materials. London: Shooting Star Press.


0 Comments