span 1 span 2 span 2

Bisnis

Prinsip Dasar yang Perlu Diperhatikan dalam Menganalisa Data Perusahaan
Oleh: Ammar Kanz
Dibaca Normal: 8 menit

prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam menganalisa data perusahaan
Sumber: associationsnow.com

Dalam pengambilan keputusan maupun perencanaan perusahaan, terlebih dahulu dilakukan analisis data. Analisis tersebut akan membuat perencanaan serta keputusan menjadi lebih baik dan cocok bagi kondisi yang dihadapi oleh perusahaan. Analisis data yang baik seharusnya sesuai dengan prinsip-prinsip riset statistik agar hasilnya terbilang ilmiah. Sekaran dan Bougie dalam buku Research Methods for Business: A Skill Building Approach (5th ed.)” mengemukakan 8 prinsip riset ilmiah, yaitu sebagai berikut:

1. Memiliki tujuan yang jelas
 

tujuan yang jelasSumber: incimages.com

Manajemen perusahaan harus menentukan tujuan yang spesifik sebelum memulai analisisnya. Dengan demikian, analisis yang dilakukan akan menjadi terfokus pada isu yang sedang menjadi sorotan. Tujuan yang spesifik juga akan mencegah melebarnya analisis yang dilakukan pada faktor-faktor yang irrelevant. Misalnya, apabila kamu hendak menganalisis siklus tidur mahasiswa saat sedang ujian, kamu tidak perlu turut menganalisis siklus tidur mereka di luar masa ujian, bukan?

2. Teliti
 

teliti
Sumber: pinpoint.finance

Prinsip ini mengharuskan manajemen untuk sangat berhati-hati, cermat, serta terperinci dalam melakukan analisis. Analisis yang teliti adalah analisis yang dilakukan dengan metode yang tepat serta didasari teori yang relevan. Contohnya, saat menganalisis faktor yang menyebabkan siswa membolos sekolah, kamu semestinya mewawancarai pelajar dan guru serta mengacu pada teori psikologi pendidikan. Dengan melakukan analisis secara teliti, manajemen akan dapat mengumpulkan informasi yang tepat dari sampel yang tepat, dengan tingkat bias yang sangat kecil.

3. Dapat dilakukan secara ilmiah
 

dapat dilakukan secara ilmiah
Sumber: tekoneko.net

Prinsip ini terkait dengan ketersediaan data serta metode yang cocok untuk digunakan untuk analisis yang dibutuhkan. Untuk itu, harus ada landasan logika yang mendasari analisis tersebut. Apabila ternyata persoalan yang dihadapi manajemen tidak bisa atau kurang tepat diselesaikan dengan metode ilmiah, maka analisis yang dilakukan tidak memenuhi prinsip ini. Contohnya, apabila tersebar rumor bahwa gudang perusahaan berhantu sehingga karyawan tidak betah, manajemen perusahaan tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan metode ilmiah. Hal ini disebabkan tidak ada teori atau logika yang melandasi fenomena makhluk halus dalam bidang sumber daya manusia perusahaan.

4. Dapat ditiru
 

dapat ditiruSumber: drjohnlatham.com

Pengertian dari prinsip ini adalah bahwa hasil analisis haruslah sama apabila diulangi terhadap data yang berasal dari kondisi atau keadaan yang sama. Dengan demikian, manajemen dapat memiliki keyakinan bahwa hasil analisis tersebut memang menggambarkan kondisi yang sesungguhnya dan bukan merupakan akibat dari suatu kondisi atau kejadian luar biasa. Oleh karena itu, pemilihan data haruslah dilakukan secara cermat. Ketika Pythagoras menyimpulkan bahwa rumus menghitung sisi miring segitiga adalah a2 = b2 + c2, maka rumus tersebut harus dapat diterapkan berulang-ulang pada sebuah segitiga dan terus mendapatkan hasil perhitungan yang sama.

5. Presisi dan andal
 

presisi dan andal
Sumber: wordpress.com

Terkadang kesimpulan yang ditarik dari analisis tidak sepenuhnya mutlak terhadap kondisi yang dihadapi. Namun, analisis yang presisi memberikan hasil yang paling mampu menggambarkan realita, atau dengan kata lain paling akurat dalam menggambarkan kejadian faktual. Sedangkan, tingkat keandalan analisis menunjukkan seberapa besar probabilita bahwa hasil tersebut adalah benar. Keduanya dapat ditingkatkan dengan memilih sampel yang tepat.

Misalnya, terjadi kenaikan harga bahan baku dan manajemen ingin menemukan penyebabnya. Data dan analisis menunjukkan bahwa sebagian besar kenaikan disebabkan oleh naiknya upah nasional, disamping sebab-sebab lain yang hanya terjadi pada beberapa bahan baku saja. Oleh karena itu, kesimpulan yang presisi adalah bahwa harga bahan baku naik karena adanya kenaikan upah nasional. Apabila 90% dari bahan baku menunjukkan sebab yang sama, maka dapat dikatakan bahwa keandalan analisis adalah 90%.

6. Objektif
 

objektif
Sumber: amazonaws.com

Kesimpulan yang ditarik dari analisis haruslah objektif. Maksudnya, kesimpulan tersebut harus benar-benar didasarkan oleh fakta dan data aktual, bukan berdasarkan kondisi emosional maupun prinsip pribadi. Apabila kesimpulan dilakukan secara subjektif oleh manajemen, maka dapat terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan maupun perencanaan yang dapat berakibat fatal. Contohnya dalam analisis kinerja karyawan, manajemen bisa saja menyimpulkan bahwa seorang karyawan harus dipecat karena adanya konflik pribadi, meskipun data menunjukkan bahwa kinerja karyawan tersebut sangat baik. Keputusan untuk memecat karyawan yang bersangkutan akan membuat perusahaan kehilangan salah satu sumber daya yang bagus.

7. Dapat digeneralisasi
 

dapat digeneralisasi
Sumber: isao.org

Inti dari prinsip ini adalah bahwa hasil analisis harus dapat diaplikasikan pada lingkup yang luas. Dalam konteks perusahaan, hasil analisis harus berlaku untuk seluruh bagian perusahaan dan tidak hanya terbatas pada suatu bagian kecil saja. Hal ini disebabkan sebuah analisis akan memakan waktu maupun biaya, sehingga hasilnya diharapkan akan benar-benar berguna terhadap perusahaan secara keseluruhan.

Baca juga: Cara Membuat Perbedaan dengan Produk Lain

Misalnya, ketika menganalisis faktor penyebab naiknya harga bahan baku, perusahaan harus menggunakan data bahan baku secara keseluruhan dan bukan bahan baku tertentu saja. Hal ini disebabkan beberapa bahan baku bisa saja berasal dari daerah yang sedang terkena bencana sehingga biaya transportasinya meningkat, sedangkan bahan lainnya tidak. Oleh karena itu, biaya transportasi tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab kenaikan harga bahan baku secara umum.

8. Sederhana
 

sederhana
Sumber: tmforum.org

Manajemen harus dapat menarik kesimpulan yang sesederhana mungkin. Kesimpulan yang rumit serta melibatkan terlalu banyak faktor sebaiknya dihindari, karena akan menyulitkan dalam aplikasinya. Oleh karena itu, manajemen harus dapat menentukan faktor-faktor yang dapat menggambarkan situasi dengan efisien, sehingga tidak terlalu banyak faktor yang terlibat dan menambah kerumitan. Contoh kesimpulan yang rumit adalah bahwa kenaikan harga bahan baku disebabkan oleh meningkatnya bahan bakar yang diperlukan karena adanya kerusakan jalan yang disebabkan oleh cuaca buruk. Kesimpulan tersebut berisi terlalu banyak faktor dan tidak spesifik terhadap salah satu faktor utama saja.

Kedelapan prinsip tersebut sebaiknya diperhatikan dan dijadikan koridor saat melakukan analisis data perusahaan. Dengan demikian, manajemen akan dapat memastikan bahwa analisis data telah dilakukan dengan baik dan benar, dan hasilnya pun dapat bermanfaat bagi perusahaan. Selamat mencoba!


Sumber Referensi

Cooper, Donald R., Schindler, Pamela S., & Sun, Jianmin. (2003). Business research methods. New York: McGraw Hill.
Sekaran, Uma., & Bougie, Roger. (2009). Research Methods for Business: A Skill Building Approach (5th ed.). Sussex: John Wiley & Sons.


0 Comments