span 1 span 2 span 2

Bisnis

6 Cara Menggunakan Media Sosial dalam Memasarkan Produk Kamu
Oleh: Manggala Nayahi
Dibaca Normal: 4 menit

cara menggunakan media sosial
Sumber: eatingdisorderspecialists.com

Kemajuan di bidang teknologi kini membuat kegiatan pemasaran semakin mudah, murah, dan interaktif. Saat ini perusahaan-perusahaan dan pemasar besar tak hanya memasarkan produknya dengan iklan-iklan di media konvensional, seperti televisi, surat kabar, dan radio. Kini, media sosial dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran. Media sosial memungkinkan sebuah brand mendekati dan mendengarkan aspirasi konsumennya secara langsung. Kamu ingin menggunakan media sosial untuk memasarkan produk kamu? Simak beberapa cara yang bisa kamu gunakan di bawah ini:

1. Konten adalah segalanya
 

konten adalah segalanya
Sumber: mktgcdn.com

Di era informasi kini, konten menjadi elemen yang sangat penting bagi pemasaran sebuah produk. Cepatnya arus informasi membuat semakin banyak pula informasi terbuang sia-sia karena tak ada yang tertarik memperhatikan lebih jauh. Karenanya, semakin menarik konten, semakin menonjol pula konten tersebut di antara konten-konten lainnya. Visual merupakan bagian konten yang terpenting. Selanjutnya, buatlah judul atau headline yang menarik dan membuat khalayak penasaran.

2. Bangun brand image yang konsisten
 

bangun brand imageSumber: emotivebrand.com

Brand image di media sosial penting karena memberikan persepsi di benak khalayak mengenai sebuah produk. Jadilah spesial di media sosial. Bangun citra produk kamu secara konsisten sejak awal, agar khalayak mendapatkan informasi yang jelas mengenai produk kamu. Jangan bertele-tele dalam menyampaikan informasi. Beri penegasan kepada khalayak mengenai kelebihan produk kamu.

3. Dengarkan konsumen kamu
 

dengarkan konsumen
Sumber: talkroute.com

Pernahkah kamu melihat berbagai komentar spamming yang ada pada kolom komentar di berbagai media sosial para tokoh, selebriti, dan influencer? Strategi pemasaran yang demikian sebenarnya tidak efektif, karena secara gamblang menyuruh khalayak untuk membeli sebuah produk, tapi tidak mendengarkan apa yang diinginkan oleh khalayak. Media sosial memungkinkan kamu menghampiri konsumen kamu lebih dekat.

Daripada langsung menyuruh mereka membeli produk kamu, kamu dapat mengamati perilaku mereka di media sosial. Kamu dapat mengamati pendapat, opini, dan gaya hidup keseharian mereka. Informasi ini dapat digunakan untuk menyusun strategi dan rencana penjualan yang sesuai dengan aspirasi dari konsumen kamu.

4. Bangun hubungan dengan social media influencers
 

bangun hubungan dengan influencers
Sumber: adorama.com

Kini, banyak brand memilih untuk menggunakan bantuan jasa dari social media influencers. Social media influencers, atau tokoh media sosial, memiliki apa yang disebut sebagai followers currency. Semakin banyak pengikut seseorang di media sosial, semakin banyak pula konsumen yang bisa dijangkau oleh berbagai merek dan brand.

Kamu dapat meminta bantuan artis media sosial yang kamu rasa citranya selama ini mewakili citra dari brand kamu. Perhatikan pula jumlah followers, likes, dan traffic milik media sosial sang artis tersebut. Sesuaikan pilihan dengan target pasarmu. Sebagai contoh, jika kamu hendak menyasar kalangan ibu-ibu muda, kamu bisa memilih selebriti yang sedang menjalani peran yang sama, sebagai ibu muda.

5. Unggah konten pada saat yang tepat
 

unggah kontenSumber: wordpress.com

Beberapa konten tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari publik karena diunggah pada saat yang tidak tepat. Perhatikan pemilihan waktu atau timing. Biasanya, konten akan banyak mendapat respons apabila dibagikan saat prime time—yang biasanya dipilih pula oleh stasiun televisi agar program terbaiknya mendulang tontonan paling banyak. Prime time pada tiap media sosial biasanya berbeda-beda, karenanya kamu harus tahu terlebih dahulu jam-jam di mana respon khalayak meningkat dan menurun.

Baca juga: Cara Membuat Rencana Anggaran Biaya Untuk Bisnis Baru

6. Ikut dalam percakapan
 

ikut dalam percakapan
Sumber: nrkbeta.no

Ikutlah dalam percakapan target khalayakmu. Tak perlu selalu promosi, kamu dapat mendatangkan perhatian bagi brand kamu dengan ikut menanggapi atau memberi komentar terhadap isu-isu yang sedang marak dibahas oleh para konsumen kamu. Sebagai contoh, jika target pasar kamu sedang marak membahas Hari Valentine, kamu bisa ikut ‘nimbrung dan mengobrol melalui akun media sosial produkmu. Hal ini menunjukkan bahwa brand kamu peduli dengan keseharian dan gaya hidup mereka. Ingat, tak perlu berlebihan ya!

Beberapa cara di atas bisa kamu gunakan agar produkmu dikenal oleh khalayak luas. Bagaimana? Sudah siapkan kamu berkiprah di media sosial? Selamat berbisnis ya!


Sumber Referensi

Gunelius, Susan. 3 Wways to Amplify Small-Business Marketing with Crowdsourcing. Diakses pada tanggal 27 Februari 2017 dari https://www.entrepreneur.com/article/218160
Parrish, Cayleigh. (2015). How to Use Social Media to Market Your Business. Diakses pda tanggal 27 Februari 2017 dari https://www.fastcompany.com/3047232/ask-the-experts/how-to-use-social-media-to-market-your-business


0 Comments